Pertamina SMEXPO 2026 Dorong UMKM Naik Kelas
Pertamina kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Pertamina SMEXPO 2026 Regional Jogja.
Gubernur DIY Sri Sultan HB X - ist/Humas Pemda DIY
JOGJA—Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan pedagang kaki lima (PKL) tidak mungkin lagi berjualan di selasar Jalan Malioboro seperti dulu lagi. Sebab, Pemda sudah menyiapkan relokasi untuk memfasilitasi PKL Malioboro dengan pembangunan Teras Malioboro.
“Kalau mereka menuntut kembali [berjualan] ke selasar, ya enggak mungkin. Selasar dudu duweke [bukan milik mereka] kok. Tempat relokasi sudah disiapkan,” tegas Gubernur di sela-sela menghadiri peresmian The New RS Queen Latifa, di Gamping, Sleman, Rabu (11/9).
Menurut Sultan, peruntukan selasar Malioboro bukan untuk PKL. Tidak ada legalitas yang bisa mendukung kegiatan PKL di selasar Malioboro.
Lagipula, Malioboro sudah lama direncanakan untuk ditata sesuai fungi dan peruntukan. Terlebih lagi, sejak 2023 lalu, ruas Jalan Malioboro menjadi bagian melekat dari Warisan Budaya Dunia yang telah diakui Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO).
Pemkot Jogja dan Pemda DIY saat ini sedang menyiapkan relokasi pedagang ke Teras Malioboro 2 (TM 2) di Beskalan dan Ketandan yang direncakan bakal diresmikan pada 2025 mendatang. Nantinya ada sebanyak 1.041 pedagang yang dipindahkan ke dua lokasi baru. Sebanyak 712 pedagang akan ditempatkan Ketandan di kawasan lahan seluas 3.779 meter persegi, selebihnya sebanyak 329 pedagang dipindahkan ke Beskalan di lahan seluas 2.982 meter persegi.
Lokasi TM 2 di Beskalan akan menyatu dengan Teras Malioboro 1 (TM 1) atau eks Bioskop Indra yang telah lebih dulu menampung PKL Malioboro di bagian Selatan sejak 2022 lalu. Lokasi di Beskalan ini bisa diakses dari pintu yang sama dengan TM 1 dan juga dari Jalan Beskalan (depan Ramai Mall).
Adapun lokasi baru di kawasan Ketandan berada di belakang Toko Ramayana, bisa diakses dari Jalan Malioboro, dan dari sebelah utara dari Jalan Suryatmajan.
Sejumlah pedagang Teras Malioboro 2, pada Rabu berunjuk rasa menolak rencana relokasi dari Teras Malioboro 2 saat ini ke lokasi baru yang disediakan Pemda DIY di Ketandan dan Beskalan. Mereka menuntut dibolehkan kembali berdagang di selasar Malioboro. Selain aksi penolakan, di hari dan jam yang sama, terjadi pula aksi dari pedagang yang mendukung kebijakan relokasi yang dilakukan Pemda DIY.
Aksi pedagang yang menolak relokasi dilakukan di Jl Malioboro di depan Regol Barat Kepatihan, Danurejan, Kota Jogja. Adapun aksi pedagang yang mendukung kebijakan relokasi, dipusatkan di gerbang utama atau Regol Selatan Kepatihan, di Jalan Suryatmajan.
Aris, pedagang TM 2 yang mendukung relokasi mengungkapkan ia dulu berdagang di selasar tanpa legalitas usaha yang jelas. Dengan direlokasi ke kawasan khusus, para pedagang justru akan mendapatkan legalitas yang jelas bahkan akan dibantu mendapatkan nomor induk berusaha (NIB).
Ia merasa bersyukur sudah mendapatkan tempat yang layak, setelah Pemkot Jogja dan Pemda DIY menata pedagang dari selasar ke lokasi transit di TM 2. “Alhamdulillah saya diangkat derajatnya sama Ngarsa Dalem. Kami sudah ditempatkan di tempat yang layak. Dulu selasar itu bukan hak kami. Sekarang difasilitasi tempat dan menjadi hak kami,” kata Aris yang datang bersama 90 orang pedagang lainnya.
Ia menyebut, saat ini memang perekonomian sedang lesu, sehingga di tempat lain pun juga ada penurunan omzet. Namun begitu, ia optimis dengan kepindahannya ke lokasi baru, mereka bisa bertahan dan berkembang jauh lebih baik. Ia juga optimis akan bisa mengejar omzet seperti pedagang TM 1.
Aris tidak menolak relokasi dan dari awal paham apabila lokasi TM 2 saat ini hanyalah lokasi transit sebelum berpindah ke lokasi yang permanen. Pemerintah menurutnya tidak serta merta meninggalkan mereka, dan tetap memberikan fasilitas. Ia membandingkan dengan penggusuran di sejumlah tempat yang tidak mengakomodasi kepentingan orang-orang di dalamnya.
“Kami sudah dikasih tempat, diakomodasi kok pengin kembali ke selasar lagi, kembali ke lorong. Itu milik siapa? Kan tanah bukan milik kami,” ungkapnya.
Eko, salah satu pedagang TM 2 menambahkan sebenarnya ada beberapa kelompok pedagang yang setuju relokasi. Namun banyak pedagang memilih berjualan walau memiliki sikap yang sama dengannya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pertamina kembali mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui Pertamina SMEXPO 2026 Regional Jogja.
Reza Arap menegur DJ Bravy dan Tepe di media sosial. Ia menyinggung joke tongkrongan yang dibawa ke publik dan star syndrome.
Kenali 5 keterbatasan Chromebook sebelum membeli, mulai dari aplikasi Windows, Microsoft Office, penyimpanan hingga perangkat eksternal.
Pelebaran Jalan Selokan Mataram Sleman belum tuntas karena pembebasan lahan. Sebanyak 11 bidang, termasuk sebagian Makam Santren Gejayan, disiapkan.
Kerja Ngejar Apa, Sih? tayang 12 November 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan kisah persaingan masa probasi.
Indonesia mengakhiri Asian Games 2026 di peringkat ke-16 dengan 39 medali, terdiri dari lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu.