5 Cara Menyisir Rambut Agar Rapi dan Tampil Percaya Diri
Pelajari 5 cara menyisir rambut yang benar agar lebih rapi, sehat, bervolume, dan tahan lama dengan pemilihan sisir serta produk styling yang tepat.
Kawasan Wisata Candi Borobudur - Antara
Harianjogja.com, JOGJA—Pakar ekonomi menilai penataan kawasan Candi Borobudur menjadi momentum bagi usaha mikro kecil dan menengan (UMKM) lokal untuk berkembang dari sisi ekonomi.
Pakar Ekonomi UAJY Y. Sri Susilo mengatakan berbagai bentuk penataan yang dilakukan pemerintah muaranya pasti positif, tak terkecuali penataan kawasan Candi Borobudur. Mengingat segala bentuk program pemerintah telah melalui proses kajian dan perencanaan, sehingga tujuan utamanya agar pedagang UMKM maupun destinasi wisatanya berkembang. Melalui penataan, UMKM lokal sekitar Candi akan lebih rapi dan tertata dari sisi display produk. Oleh karena itu penataan itu menjadi momentum bagi UMKM lokal bisa berkembang.
BACA JUGA : Proyek Pembangunan Kawasan DPSP Borobudur Siap Diresmikan
Penataan tersebut harus memberikan kesempatan bagi pedagang UMKM agar produknya bisa diakses oleh wisatawan. Salah satunya dengan mengatur rute arus keluar masuk wisatawan.
"UMKM ini harus ditempatkan di jalurnya dilewati oleh pengunjung, terutama arah kepulangan atau arus keluar. karena biasanya wisatawan dia akan berbelanja ketika pulang, artinya UMKM punya akses untuk dipasarkan. Tentu ini memberikan kebermanfaatan tidak hanya ke BUMN tetapi juga kepada pedagang atau masyarakat sekitar," katanya, Selasa (17/9/2024).
Susilo memberikan gambara sekitar 12 tahun silam ia pernah melakukan penelitian terhadap warga di sekitar Candi Borobudur. Hasilnya memang angka kemiskinan ketika itu masih tinggi. Akan tetapi ia meyakini saat ini di 2024 datanya pasti berbeda, karena faktanya aktivitas ekonomi kawasan sekitar Candi Borobudur tumbuh pesat
Melalui pengembangan UMKM dengan memaksimalkan potensi lokal ini angka kemiskinan di sekitar Borobudur akan semakin banyak ditekan. "Saya yakin sekarang pasti berbeda, sekarang sekitar Borobudur sudah banyak dikembangkan, ada rumah makan, ada wisata mobil VW, banyak kantong-kantong ekonomi baru. Apalagi dengan adanya penataan ini," ujarnya.
BACA JUGA : Jadwal dan Tarif Bus Damri dari Jogja ke Bandara YIA, Candi Borobudur dan Prambanan
Selain itu fasilitas yang telah disediakan para pedagang UMKM di sekitar Borobudur tentu akan menjadikan UMKM semakin berkembang. Apalagi jika produk yang dihasilkan UMKM borobudur saat ini jarang ditemukan di tempat lain. Hal ini memang UMKM memiliki potensi naik kelas karena penataan tentu akan diberikan pendampingan dan promosi. Harapannya, situs candi Borobudur tetap terjaga kelestariannya dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat secara ekonomi.
"Omzet yang penting bisa berkembang. Saya lebih berfikir positif bahwa pengelola pasti ini profesional, dalam arti tujuannya siapa pun yang terlibat akan merasa nyaman, aman dan pedagang dapat rezeki dari kegiatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelajari 5 cara menyisir rambut yang benar agar lebih rapi, sehat, bervolume, dan tahan lama dengan pemilihan sisir serta produk styling yang tepat.
Pemerintah melalui Kementerian Pertanian mengancam sanksi hingga pidana bagi pelaku usaha yang merugikan peternak ayam dan telur. Pengawasan distribusi diperket
Wasit Slovenia Slavko Vincic ditunjuk FIFA pimpin final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina. Laga di New Jersey, Senin dini hari. Simak profilnya di sini.
Timnas Voli U-18 Indonesia vs Bahrain di klasifikasi AVC Championship 2026. Pelatih Odyk Hermanto: kunci kemenangan ada di kepercayaan diri! Saksikan Jumat sore
Ko Hee-jin, mantan pelatih Megawati Hangestri di Red Sparks, terseret kasus pembiaran pelecehan seksual. Manajemen klub nonaktifkan sang pelatih. Simak kronolog
7 Hotel Siap Sajikan Sensasi Street Food Jepang Lewat 60 Seconds to Tokyo