4.278 Anak di Sleman Tak Sekolah, Gandheng ATS Resmi Diluncurkan
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Ilustrasi abrasi./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa ada dua pantai di Gunungkidul yang sedang dikaji mengenai potensi abrasi. Dua pantai tersebut adalah Baron dan Sepanjang.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gunungkidul, Wahid Supriyadi mengatakan kajian yang dilakukan DKP DIY tersebut dimulai sejak Agustus 2024. Kajian dilakukan secara menyeluruh tiga kabupaten, Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo. “Kalau Pantai Sepanjang kemarin itu ada masukan untuk ditanami mangrove,” kata Wahid dihubungi, Sabtu (6/10/2024).
Wahid menambahkan saran penanaman mangrove untuk meminimalkan dampak abrasi masih perlu dipertimbangkan. Mangrove akan memunculkan kesan yang berbeda terhadap wisata pantai tersebut. Selain itu, ada saran juga untuk menggunakan paku bumi sebagai pendukung bangunan pencegah abrasi.
Pada prinsipnya, kata dia perlu ada koordinasi lintas sektor dalam menyandingkan data kerentanan bencana dengan pola ruang wilayah. Kesesuaian data dan pemanfaatan ruang menjadi kunci mengatasi abrasi. “Setelah kajian ada rekomendasi. Nanti kami sandingkan dengan RTRW [rencana tata ruang wilayah] di situ,” katanya.
Kajian tersebut juga menjadi dasar pengambilan kebijakan sebagai mitigasi dampak abrasi. Sebab itu, tindak lanjut akan dilakukan dari banyak sektor, termasuk Dinas Lingkungan Hidup.
Menurut Wahid, abrasi sempat menghancurkan warung-warung di Pantai Sepanjang pada 2017 bersamaan dengan Badai Cempaka.
BACA JUGA: Abrasi Mengancam Pantai Selatan, BPBD DIY Minta Warga Bongkar Bangunan di Pinggir Pantai
Adapun di Pantai Baron, gelombang tinggi yang terjadi pada Rabu (5/6/2024) menyebabkan abrasi tanah pondasi talut, sehingga segmen talut di TPI Pantai Baron mengalami penurunan.
Kepala Bidang Kelautan, Pesisir dan Pengawasan DKP DIY, Veronica Vony Rorong mengatakan kajian tersebut akan berhilir pada pembuatan dokumen studi kerusakan pantai di DIY yang dapat menjadi acuan dalam mengambil kebijakan mitigasi abrasi maupun pemanfaatan wisata.
Selain Pantai Baron dan Sepanjang, kajian dilakukan terhadap Pantai Nampu, Sadranan, Drini, Ngrenehan, dan Gesing. “Kajian tersebut kami target selesai tahun ini,” kata Vony.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, Kimaya Sudirman Yogyakarta menghadirkan dua program spesial sepanjang Agustus 2026