Karang Taruna DIY Rumuskan Rekomendasi Penguatan Kepemimpinan Perempuan
Karang Taruna DIY merumuskan rekomendasi untuk memperkuat kepemimpinan perempuan, mulai dari reformasi kaderisasi, penguatan kapasitas
Tugu Jogja./Harian Jogja
JOGJA—Tepat pada 7 Oktober 2024 hari ini, Kota Jogja sampai pada usia ke-268. Pemkot Jogja mengusung tema Rikat, Rakit, Raket. Mengelola dan merawat Jogja menjadi tangung jawab bersama.
Tema ulang tahun kali ini memiliki filosofi kehidupan masyarakat Kota Jogja yang selalu bergerak dan bekerja cepat, berproses dan saling melengkapi, hingga kebersamaan yang saling mendukung.
Penjabat Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto mengatakan momentum HUT Kota Jogja ini dimaknai sebagai upaya mengingat dan mengulang kembali sejarah. Ulang tahun tak hanya perayaan bertambahnya usia, tetapi momentum memperkuat rasa cinta terhadap warisan budaya yang tertinggal di Kota Jogja dan sudah ada sejak lama.
Usia 268 tahun bisa menguatkan eksklusivitas Kota Jogja sebagai Kota Pendidikan, Kota Budaya, Kota Wisata, dan Kota Sejarah.
Di usia yang tak lagi muda ini, Kota Jogja butuh keterlibatan masyarakat untuk sama-sama menjaga kota. Jogja yang bergerak semakin maju bertumpu pada dua sektor utama, yakni pendidikan dan pariwisata. Keduanya menjadi pengungkit kehidupan masyarakat, dengan budaya dan sejarah yang kuat serta menyejahterakan masyarakat.
“Ulang tahun, apa pun bentuknya, adalah mengulang kembali satu bentuk sejarah. Untuk hari ulang tahun ini pun pestanya seperti itu harus dikondisikan. Marwah utamanya mengedepankan pelestarian budaya sejarah, penguatan Jogja sebagai kota pendidikan, pariwisata, dan perjuangan. Ini yang harus selalu diangkat. Ini merupakan pijakan untuk mengingat bahwa Jogja telah ada sekian ratus tahun yang lalu dan sampai saat ini pun Jogja harus tetap ada di kondisi yang tetap maju, berkembang, dan sejahtera.”
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Jogja, Aman Yuriadijaya mengatakan, “HUT ke-268 Kota Jogja dimaknai sebagai pengingat kepada warga Kota Jogja bahwa mereka merupakan bagian yang tak terpisahkan dari Kota Jogja. Baik masyarakat maupun Pemkot Jogja tentunya memiliki tujuan dan tanggung jawab bersama dalam melakukan sekaligus menikmati hasil pembangunan yang dilakukan di Kota Jogja. Kita berulang tahun untuk mengingatkan bahwa kita semua sebagai bagian dari pembentuk Kota Jogja yang punya tanggung jawab sama dan punya tujuan yang sama untuk bisa menikmati semua hasil pembangunan.” (BC)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Karang Taruna DIY merumuskan rekomendasi untuk memperkuat kepemimpinan perempuan, mulai dari reformasi kaderisasi, penguatan kapasitas
Simak diskon tiket Nataru 2026/2027, mulai kereta api 30%, kapal PELNI 30%, PPN pesawat ditanggung pemerintah, hingga stimulus ASDP.
Bea Cukai mencatat 127 penindakan ekspor emas ilegal senilai Rp1,02 triliun. Bersama Polri dan ESDM, pemerintah memburu korporasi di balik jaringan tersebut.
Prabowo memanggil Yusril ke Istana untuk membahas kajian DEN soal definisi korupsi dan wacana pembaruan UU Pemberantasan Tipikor.
Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditahan selama 20 hari di Rutan Polda Sulsel terkait dugaan pemerasan, gratifikasi, dan TPPU
DPRD Kota Yogyakarta mengawal aspirasi warga soal perlindungan becak dan andong serta pengembangan wisata Kali Winongo dalam Raperda Ripparda.