Hantavirus Belum Ditemukan di Gunungkidul, Warga Tetap Diminta Waspada
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
Sejumlah warga terlihat mengambil beras bantuan dari Pemerintah seberat sepuluh kilogram di Balai Kalurahan Margokaton, Seyegan. Kamis (10/10/2024)./ Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman menargetkan penyaluran bantuan sosial (Bansos) beras yang disalurkan Oktober ini bisa selesai tepat waktu. Total penerima bantuan mencapai 91.475 keluarga penerima manfaat.
Pejabat Sementara Bupati Sleman, Kusno Wibowo mengatakan, warga kurang mampu di Bumi Sembada kembali mendapatkan bansos beras yang disalurkan di Oktober 2024. Bantuan sudah mulai disalurkan dan diharapkan pelaksanaan bisa selesai tepat waktu.
“Bantuan diberikan untuk Oktober. Mudah-mudahan hingga akhir bulan ini, seluruh penerima manfaat sudah mendapatkan jatah bantuannya,” kata Kusno, Minggu (13/10/2024).
Dia menjelaskan, bantuan beras yang diberikan sebanyak sepuluh kilogram untuk satu keluarga. Total penerima bantuan di Kabupaten Sleman sebanyakk 91.475 keluarga penerima manfaat.
“Sebelum ada penyaluran sudah ada verifikasi dan validasi data calon penerima. Langkah ini sebagai upaya memastikan bantuan bisa tersalurkan secara tepat sasaran,” katanya.
Selain itu, Kusno juga mengaku akan terus melakukan monitoring sehingga penyaluran tidak hanya tepat sasaran, tapi juga tepat waktu alias tidak ada kemoloran dari jadwal yang sudah direncanakan. Menurut dia, secara pribadi sudah melakukan monitoring penyaluran bantuan di Kalurahan Margokaton, Seyegan beberapa hari lalu.
BACA JUGA: Bansos Beras Disalurkan Lagi, Ini Perkiraaan Jumlah Penerima di Sleman
“Berasnya kualitas medium dan penyaluran berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan di kalurahan lain juga berlangsung dengan lancar sehingga bantuan dapat memberikan manfaat bagi penerimanya,” katanya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Setda Sleman, Suparmono mengatakan, penyaluran bansos beras ini merupakan tindaklanjut dari program yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Tambahan bantuan beras ini sudah berlangsung sejak Agustus hingga Desember untuk tiga kali penyaluran.
Menurut dia, penyaluran di Oktober ini merupakan yang kedua kalinya. Sedangkan bantuan beras ketiga diberikan pada Desember 2024 mendatang.
“Ada tiga kali penyaluran, yakni Agustus, Oktober dan Desember. Untuk bantuan yang diberikan seberat sepuluh kilogram per keluarga di setiap kali penyaluran,” kata Pram, sapaan akrabnya.
Menurut dia, data penerima bantuan berasal dari Pemerintah Pusat dengan jumlah 91.475 keluarga penerima manfaat. “Sudah ada datanya, tapi kami harus melakukan verifikasi dan validasi terhadap calon penerima agar bantuan bisa tepat sasaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan belum ada kasus hantavirus, namun warga diminta menjaga kebersihan dan waspada penularan.
KPK mengawasi program Makan Bergizi Gratis agar bebas korupsi. Anggaran MBG 2026 mencapai Rp268 triliun dan jadi sorotan.
Kemeriahan Laki Code kemudian ditutup dengan special performance dari DJ Paws dan Los Pakualamos yang memukau dari panggung utama
UII mengecam penangkapan relawan dan jurnalis dalam misi Global Sumud Flotilla menuju Gaza, termasuk alumnus UII asal Indonesia.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.
Lamine Yamal menargetkan rekor sebagai pemain Spanyol termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia 2026 bersama La Roja.