Omzet Pasar Tradisional Bantul Turun 17 Persen, Ini Sebabnya
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
SLB Negeri 2 Gunungkidul. - Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, JOGJA – Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang guru terhadap siswa berkebutuhan khusus di sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) di Gunungkidul terus bergulir. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya mengungkapkan bahwa saat ini guru tersebut telah dibebastugaskan sementara dari tugas mengajar.
"Sementara ini yang bersangkutan sudah tidak mengajar dulu. Kita tunggu hasil pemeriksaan dari tim penilai kinerja (TPPK) untuk menentukan sanksi yang tepat," ujar Didik, Senin (14/10/2024).
Didik menjelaskan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung dan diperkirakan akan selesai dalam minggu ini. Tim TPPK akan melakukan pemeriksaan mendalam terhadap kasus ini, termasuk melakukan klarifikasi terhadap berbagai pihak yang terkait.
"Kami berharap minggu ini sudah selesai. Setelah itu, TPPK akan memberikan rekomendasi terkait sanksi yang sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan," imbuhnya.
Terkait sanksi yang akan diberikan, Didik menyebutkan bahwa ada beberapa jenis sanksi yang bisa diberikan, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Sanksi ringan seperti teguran lisan atau tertulis, hingga sanksi berat seperti penundaan kenaikan pangkat atau bahkan pemberhentian sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
"Sanksi yang akan diberikan tergantung pada tingkat pelanggaran yang dilakukan. Jika pelanggarannya ringan, maka sanksinya juga ringan. Namun, jika pelanggarannya berat, maka sanksinya juga akan berat," ujar Didik.
BACA JUGA: SLB N 2 Gunungkidul Buka Suara Ihwal Pemukulan Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus
Didik juga menambahkan bahwa selain sanksi administratif, kasus ini juga akan menjadi pelajaran bagi para guru lainnya agar tidak melakukan tindakan kekerasan terhadap siswa.
"Kita harapkan kasus ini menjadi pembelajaran bagi semua guru agar lebih sabar dan bijaksana dalam mendidik siswa, terutama siswa berkebutuhan khusus," ujarnya.
Sementara itu, Disdikpora DIY juga tengah fokus pada pemulihan kondisi psikologis siswa yang menjadi korban penganiayaan. Pihak sekolah telah menyediakan pendampingan psikologis untuk membantu siswa tersebut kembali pulih dan nyaman bersekolah.
"Kami ingin memastikan bahwa siswa tersebut bisa kembali bersekolah dengan nyaman. Untuk itu, kami telah menyediakan pendampingan psikologis yang intensif," kata Didik. Pihaknya berharap kasus ini dapat segera diselesaikan dan siswa yang menjadi korban dapat kembali menjalani kehidupan normal.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Sekolah SLB N 2 Gunungkidul, Wantini tidak ingin menjelaskan kronologi pemukulan tersebut. Hanya, dia membenarkan bahwa ada guru yang memukul siswanya yang merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK).
“Guru yang bersangkutan telah kami berhentikan sementara sejak Kamis, 10 Oktober 2024. Guru ini juga PPPK, jadi untuk penanganan kami ikuti prosedur kepegawaiannya,” kata Wantini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet pedagang pasar tradisional Bantul turun 17 persen. DPRD menyoroti transaksi online dan kondisi pasar yang kurang representatif.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis 24 September 2026 tersedia 10 perjalanan, lengkap dengan jam keberangkatan kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 24 September 2026 tersedia 24 perjalanan YIA-Tugu dan sebaliknya, mulai dini hari hingga malam.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 24 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 24 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Kenali enam pemain baru 5cm: Revolusi Hati. Roman King memerankan Zafran muda dalam prekuel film 5 cm yang dijadwalkan tayang akhir 2026.