Gerindra Gunungkidul Bangun Kantor Rp1 Miliar, Rampung Akhir Tahun
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Aliansi Perempuan Sleman melayangkan aduan ke Bawaslu Sleman berkaitan dengan adanya pemasangan baliho kampanye yang memuat konten diskriminasi gender, Kamis (31/10/2024)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Sleman mengadu ke Bawaslu Sleman terkait dengan adanya baliho kampanye dari salah satu kontestan Pilkada Sleman yang dinilai diskriminatif. Mereka meminta agar dilakukan tindakan tegas dengan mencopot baliho tersebut.
Perwakilan dari Aliansi Perempuan Sleman, Tutiana mengatakan pihaknya merasa resah karena adanya praktik kampanye salah satu pasangan calon yang menggunakan kata-kata diskriminatif. Hal inilah yang mendasari kedatangan ke kantor Bawaslu Sleman untuk mengadu terkait dengan masalah tersebut. “Ada calon yang memasang gambar bernada diskriminatif terhadap wanita untuk menjadi pemimpin,” kata Tutiana kepada wartawan, Kamis (31/10/2024) siang.
Menurut dia, pelaksanaan kampanye harus dihindarkan dari masalah rasis maupun dikriminatif gender. Akan tetapi Tutiana mengaku mendapati gambar calon yang terkesan mendiskriminasikan perempuan dengan menganggap yang layak menjadi pemimpin adalah laki-laki. “Kami bawa bukti-bukti berupa foto dan video terkait dengan baliho kampanye calon yang bernada diskriminatif terhadap perempuan. Kami berharap kepada bawaslu bisa bertindak tegas karena kesetaraan gender dilindungi oleh undang-undang,” katanya.
BACA JUGA: Jadwal Debat Pilkada Sleman Berubah Tiga Kali
Anggota Bawaslu Sleman Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi, Heri Purwito mengatakan sudah menerima laporan terkait dengan dugaan alat peraga kampanye yang menyinggung masalah gender. Laporan ini akan ditindaklanjuti dan akan diproses selama tujuh hari ke depannya. “Nanti hasilnya akan kami sampaikan secara terbuka,” katanya.
Heri menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah melakukan pengawasan dan mendata terkait dengan pemasangan baliho yang bernada diskriminiatif. Upaya tindaklanjut sudah dilakukan dengan melakukan kalrifikasi terhadap pemasang.
Adapun hasilnya ada komitmen untuk mencopot baliho tersebut secara mandiri. “Memang seharusnya dicopot karena kampanye bernada rasis atau diskriminatif tidak diperbolehkan. Makanya kalau ada yang masih terpasang dengan nada dikriminatif bisa segera laporkan untuk ditindaklanjuti upaya penurunan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Koperasi Semesta belum bisa memasok susu untuk MBG karena produksi terserap industri dan UMKM. Populasi sapi akan ditambah 200 ekor.
BPS mencatat inflasi September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan. Program MBG turut mendorong kenaikan harga daging ayam ras.
KDMP Sendangmulyo Sleman belum diserahterimakan, tetapi ditemukan kerusakan pada drainase dan talang dalam evaluasi fisik.
BGN siap menjadi offtaker hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan ikan sebagai sumber protein dalam menu Makan Bergizi Gratis.
Prabowo melantik Letjen TNI Muhammad Saleh Mustofa sebagai Wamentan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara.