1.250 Pendaftar, 500 Mahasiswa Lolos Beasiswa Sleman Pintar, Ini Pesan Danang
Sebanyak 500 mahasiswa lolos Sleman Pintar 2026 dari 1.250 pendaftar. Danang Maharsa meminta penerima kuliah serius dan berprestasi.
Ilustrasi wajib pajak - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 91 kalurahan kenda denda karena sampai 30 September lalu belum lunas pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2).
Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Putro Sapto Wahyono mengatakan jatuh tempo pembayaran PBB P2 sudah berakhir, yaitu pada Senin (30/9/2024). Dengan begitu, 91 kalurahan tersebut terkena denda 1% per bulan keterlambatan.
Keterlambatan pembayaran tersebut berhulu pada perekonomian masyarakat Gunungkidul yang tidak stabil. Masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani terdampak musim kemarau. “Masyarakat mengandalkan sektor pertanian. Hasil itu belum dapat diharapkan untuk membayar pajak,” ungkapnya di Bangsal Sewokoprojo, Kapanewon Wonosari, Kamis (31/10/2024).
BKAD padahal secara rutin menerapkan intensifikasi ke kalurahan-kalurahan terkait dengan PBB P2. Intensifikasi ini bukan sekadar untuk memenuhi target melainkan melampaui target. Pendapatan dari pajak pun bukan hanya dari PBB P2 namun juga pajak lain seperti Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.
BKAD masih menunggu pembayaran PBB P2 hingga akhir 2024. Capaian pembayaran tersebut baru dapat diketahui awal Januari 2025.
Pelaksana Tugas Bupati Gunungkidul Heri Susanto mengatakan guna mendorong capaian pembayaran PBB P2, BKAD menggelar penghargaan bagi wajib pajak, kapanewon dan kalurahan yang lunas PBB P2.
“Penghargaan ini wujud apresiasi Pemkab terhadap wajib pajak yang secara kebetulan memberikan kontribusi terbanyak dalam pembayaran pajak. Terhadap lurah dan panewu juga yang dapat menggerakkan keorganisasiannya untuk mendorong ketaatan wajib pajak di daerahnya,” tuturnya.
Heri menegaskan pembangunan di Gunungkidul sangat bergantung pada ketaatan pembayaran pajak. Pajak menjadi wujud nyata kontribusi masyarakat ikut dalam pembangunan daerah. Kalau pembangunan daerah ini baik dan lancar akan berdampak positif bagi kemajuan dan kemaslahatan masyarakat.
“Bisa jadi pendorong tumbuh kembangnya ekonomi suatu daerah apabila pajak juga taat dalam pembayarannya,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 500 mahasiswa lolos Sleman Pintar 2026 dari 1.250 pendaftar. Danang Maharsa meminta penerima kuliah serius dan berprestasi.
Konflik Saudi-Houthi memanas. Pemerintah diminta memastikan keselamatan jemaah umrah, termasuk menyiapkan penundaan hingga pemulangan darurat.
Viral Bolosego diminta membayar parkir Rp2,5 juta per hari. Dishub Kota Jogja memastikan pungutan tersebut tak berizin.
Sebanyak 15 calon lurah ditetapkan untuk Pilur PAW di lima kalurahan Sleman. Lurah terpilih dijadwalkan dilantik 8 Oktober 2026.
Presiden FAM Ab Ghani Hassan menargetkan Malaysia mencapai final FIFA ASEAN Cup 2026. Harimau Malaya membawa 23 pemain, termasuk tiga nama baru.
Kejagung menyita 11 mobil milik PT PSMI terkait dugaan korupsi pemanfaatan kawasan hutan untuk perkebunan tebu di Lampung.