Bertepatan dengan HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.
Safari Politik dan Konsolidasi di Jogja, Sekjen PDIP: Pilkada Momentum bagi Rakyat Merubah Konstelasi Politik./ Ist
JOGJA - Setelah sebelumnya ke Jawa Timur, Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (Sekjen PDIP) Hasto Kristiyanto melakukan safari politik dan konsolidasi menuju pilkada serentak 2024, yang kali ini berlangsung di Provinsi Yogyakarta.
Hasto menghadiri rapat konsolidasi yang dilaksanakan di kantor DPD PDIP Provinsi Yogyakarta, pada Jumat (1/11/2024). Hasto didampingi oleh Ketua DPP PDIP bidang hukum, Ronny Talapessy.
Ratusan pengurus maupun anggota DPRD PDIP di Yogyakarta hadir, dipimpin duet Ketua dan Sekretaris DPD PDIP Nuryadi serta Totok Hedi Santosa. Pengurus DPC PDIP yang hadir adalah dari Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, dan Kulonprogo.
Hadir juga para calon kepala daerah yang diusung PDIP di seluruh pilkada di Yogyakarta. Seperti Hasto Wardoyo, mantan Kepala BKKBN yang maju sebagai calon wali kota Yogyakarta.
Dalam arahannya, Hasto mengatakan bahwa bagi PDIP, pilkada serentak adalah sebuah wahana bagi masyarakat dalam mengevaluasi kondisi politik yang ada pasca Pilpres 2024.
“Pilkada momentum kota merubah peta politik nasional,” kata Hasto.
BACA JUGA: Pemberdayaan Difabel Dan Kelompok Rentan, Cawali Jogja Hasto Wardoyo Siap Kerja Keras
Berdasarkan penelaahan kondisi terakhir, kata Hasto, potensi kemenangan menang para calon yang diusung PDIP cukup tinggi di berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena adanya arus balik pasca pemilu 2024.
“Dalam politik nasional, terjadi arus balik. Karena banyak hal yang dahulu berseberangan, namun kini dipersatukan oleh sebuah perlawanan bersama terhadap kekuatan authoritarian populism,” kata Hasto.
Pada kesempatan itu, Hasto juga menyampaikan bahwa Yogyakarta punya aspek historis kuat dengan PDI Perjuangan karena Ketua Umum Prof.Dr.Megawati Soekanroputri dilahirkan di provinsi tersebut. Yogyakarta juga jadi bagian penting dari perjuangan kemerdekaan republik.
Ia mengaku, saat melapor ke Megawati sebelum safari politik ke Yogyakarta, selain menitipkan salam, Megawati juga menyampaikan pesan khusus. Bahwa Yogyakarta adalah setara dengan Jawa Tengah yang merupakan tempat penggemblengan politik Megawati.
“Artinya apa? Artinya adalah marwah partai jauh lebih penting dari kepentingan orang perorang,” kata Hasto.
“Maka itu seluruh mesin partai harus memastikan jalan kemenangan di pilkada, khususnya di Yogyakarta,” tegasnya.
Dalam rapat tersebut, para Ketua DPC PDIP dari berbagai kabupaten/kota yang hadir, diberi kesempatan menyampaikan laporan kondisi terakhir di wilayahnya masing-masing.
Sementara Ketua DPD PDIP Yogyakarta Nuryadi melaporkan bahwa seluruh kader partai terus bergerak untuk mengamankan suara. Khususnya memperkuat kesatuan gerak partai dengan rakyat melalui gerakan kader dan relawan yang sudah dibentuk.
“Semakin hari kita semakin solid. Terasa perbedaan khususnya di Kota Yogyakarta dengan hadirnya Bapak Hasto Wardoyo ternyata bisa merapatkan barisan PDIP yang di internal maupun simpatisan di luar partai,” kata Nuryadi. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.
KWT Mekar Lestari Kulonprogo memanfaatkan pekarangan untuk pertanian, pangan, dan ekonomi warga hingga meraih penghargaan inovasi lahan terbatas.
Thailand vs Indonesia tersaji di final FIFA ASEAN Cup 2026. Anthony Hudson antusias menghadapi John Herdman di SUGBK Jakarta.
Remaja di Sragen ditembak airsoft gun hingga terluka. Pelaku kemudian dikeroyok dan dirawat di RSSP Sragen. Polisi masih menyelidiki.
Desil 1-5 masih berpeluang menerima bansos 2026. Simak cara cek desil dan status penerima bantuan melalui laman Kemensos.
Lumbung Mataraman mendorong pemanfaatan pekarangan dan lahan belum tergarap untuk memperkuat pangan berbasis potensi lokal di DIY.