Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pencanangan vaksinasi Japanese Encephalitis oleh Dinkes Kota Jogja di Hotel Jambuluwuk, Selasa (3/9/2024). - Harian Jogja/Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan Jogja telah melaksanakan imunisasi Japanese Encephalitis (JE) serentak selama dua bulan, September-Oktober. Pekan ini, puskesmas masih menjalankan swepping untuk anak yang belum imunisasi.
Kasi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Jogja, Endang Sri Rahayu, menjelaskan target imunisasi JE menyasar pada 82.000 anak. Sampai pekan ini sudah terealisasi sampai sekitar 95%-96%. “Sudah sekitar 80.000 anak,” ujarnya, Kamis (7/11/2024).
Pada pekan ini, melalui puskesmas-puskesmas pihaknya masih melakukan swepping bagi anak yang belum mendapat imunisasi. “Swepping di puskesmas. Jadi kemaren kan imunisasi di sekolah dan wilayah. Nah yang belum, puskesmas berkirim surat ke wilayah untuk yang belum diajak ke puskesmas,” katanya.
Ia mengungkapkan kendala dalam imunisasi JE yakni banyaknya penolakan dari orang tua anak-anak. “Kemaren lumayan tergopoh-gopoh karena penolakannnya lumayan. Mereka mengirimkan surat tidak mau divaksin dengan berbagai alasan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Sempat Ada Suspek JE di Kota Jogja, Dinkes Gencarkan Vaksinasi
Beberapa alasan penolakan diantaranya karena keyakinan tidak mau divaksin apapun, menganggap tidak perlu dan takut efeknya. “Yang banyak karena keyakinan, ada juga yang belum merasa perlu, menganggap hanya perlu untuk bayi, lalu siapa yang mau menanggung dampaknya. Vaksin JE termasuk baru diprogram pemerintah, meskipun di swasta sudah,” paparnya.
Penolakan ini berasal dari orang tua, karena anak cenderung menurut saja. Penolakan ini juga diluar kondisi klinis anak. “Bukan karena kondisi klinis, kalau sakit otomatis tidak boleh divaksin. Jadi yang boleh divaskin yang sehat. Karena vaksin menumbuhkan antibody, memicu pembentukan antibody,” katanya.
Swepping ini dilakukan untuk mengupayakan cakupan yang lebih besar dari imunisasi JE, untuk semakin bisa menangkal penyakit tersebut di Kota Jogja. “karena semakin tinggi cakupan vaksin, penyakit semakin bisa diblok,” ungkapnya.
Dari pemantauan Dinas Kesehatan Kota Jogja dari 2013, di Kota Jogja sampai saat ini belum ditemukan kasus JE. “Kasus JE di DIY ada 13 dari tahun 2013. Itu tersebar, tapi di Kota Jogja ga ada. Cuma imunisasi membantu pembentukan kekebalan komunitas, tidak hanya individu, makanya serentak dilaksanakan di DIY,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan
Sering cas motor listrik semalaman? Kenali pengaruhnya terhadap baterai, charger, sistem listrik, dan keamanan pengisian.
Spanyol menyepakati larangan penggusuran hingga 2030 setelah kasus Maricarmen Abascal memicu protes terkait krisis perumahan.