Advertisement
Dampak Angin Kencang di Sleman, Pohon Tumbang Terjadi di 17 Titik, Paling Banyak di Kapanewon Minggir

Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—BPBD Sleman merilis jumlah pohon yang tumbang akibat angin kencang yang terjadi di wilayah Sleman sebanyak 17 titik. Dampak terbanyak bencana angin berada di wilayah Kapanewon Minggir.
Kepala Pelaksana BPBD Sleman Makwan menjelaskan angin kencang yang terjadi pada Senin (18/11/2024) siang menyebabkan belasan pohon tumbang baik di Kapanewon Pakem, Prambanan, Kalasan, maupun Tempel. "Terbanyak di Kapanewon Minggir, ada delapan titik (pohon tumbang)," katanya dikutip Selasa (19/11/2024).
Advertisement
BACA JUGA: Hujan Deras, 9 Pohon Tumbang 3 Rumah Rusak di Jogja dan Sleman
Selain menghalangi akses jalan warga, pohon yang tumbang juga merusak sejumlah rumah warga. Di Minggir, tercatat empat atap rumah warga rusak akibat tertimpa pohon. Begitu juga di Tempel dan Pakem.
"Semua (pohon) sudah dievakuasi baik yang menimpa rumah maupun melintang di jalan. Kami berharap agar masyarakat kembali meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca saat ini," harap Makwan.
Menurutnya, awal musim hujan ini banyak disertai dengan angin kencang sehingga butuh kewaspadaan karena berpotensi mengakibatkan pohon tumbang. Oleh karena itu, sebagai bentuk dari mitigasi bencana di awal penghujan, Makwan meminta kepada Masyarakat untuk berhati-hati.
Selain itu, juga ada imbauan memangkas dahan dan ranting pohon di sekitar rumah yang telah rindang. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko adanya pohon tumbang. “Dahan-dahan yang telah lapuk juga dipotong. Selain itu, saluran air juga dibersihkan agar tidak memicu terjadinya genangan air saat hujan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga Srandakan Bantul Tangkap Pencuri Sepeda Motor
- Polda DIY Catat Titik Arus Balik Tertinggi ada di Tempel
- Lurah di Gunungkidul Wajib Bikin LHKPN ke KPK
- Pakar UGM Nilai Desentralisasi Total Pengelolaan Sampah Tidak Tepat
- Kegiatan Monoton dan Kurang Menarik Jadi Pengganjal Peningkatan Lama Tinggal Wisatawan di DIY
Advertisement
Advertisement