53 Jabatan Kepsek di Gunungkidul Masih Kosong, Ini Penyebabnya
Puluhan jabatan kepala sekolah di Gunungkidul masih kosong meski sudah ada pelantikan. Ini penyebab dan solusi Disdik.
Kemiskinan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Angka kemiskinan di Kabupaten Sleman di 2024 sebesar 7,46%. Capaian ini menurun 0,06% dibandingkan dengan jumlah di 2023 sebesar 7,52%.
Kepala Bidang Pemerintahan dan Sumber Daya Manusia, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sleman, Diah Retnoningsih mengatakan, data kemiskinan yang ada mengacu pada hasil survei yang dilaksanakan oleh BPS Sleman. berdasarkan survei ini, kemiskinan di 2024 tercatat sebesar 7,46%.
Menurut dia, capaian ini menunjukan tren yang positif dikarenakan jumlah warga miskin di Bumi Sembada terus mengalami penurunan di setiap tahunnya. Sebagai Gambaran, pada 2019 lalu, angka kemiskinan sempat berada di angka 7,41%.
Namun, sambung Diah, pandemi corona yang terjadi di 2020 membuat jumlah keluarga miskin naik menjadi 8,12%. Tren kenaikan juga masih terjadi di 2021 yang mencapai 8,64%.
Setelah pandemi mereda atau tepatnya di 2022, tingkat kemiskinan di Sleman kembali turun di 7,74%. “Tahun lalu angka kemiskinan di posisi 7,52,” kata Diah, Jumat (22/11/2024).
BACA JUGA: Penanggulangan Kemiskinan, Pemkab Sleman Salurkan Rp18,2 Miliar
Menurut dia, keberhasilan menurunkan angka kemiskinan di Sleman, tidak lepas dari program-program pengentasan yang dipersiapkan oleh pemkab. Secara garis besar, program terbagi menjadi tiga program.
Program pertama, kata dia, berkaitan dengan jaminan dan perlindungan sosial. Program ini terdiri dari pemenuhan tiga pelayanan dasar yang meliputi tentang Pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.
Selain itu, juga ada pemberian bantuan seperti jaminan perlindungan sosial, PKH, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), perbaikan RTLH hingga jambanisasi. “Di sektor ini juga ada program ketahanan keluarga, perlindungan perempuan dan PSKS,” katanya.
Adapun program kedua berkaitan dengan peningkatan pendapatan Masyarakat. Hal ini dijabarkan dalam sejumlah kegiatan di OPD terkait seperti pemberdayaan pemuda, penguatan UMKM, kelompok usaha bersama dan lainnya; serta pengembangan sektor pertanian pariwisata dan lainnya.
“Untuk program ketiga berkaitan dengan memutus mata rantai antar generasi yang dijabarkan ke program beasisw Sleman pintas, beasiswa kuliah,” katanya.
Kepala BPS Sleman, Rintang Awan Eltribakti Umbas mengatakan, survei terhadap data kemiskinan dilakukan setiap tahun. Adapun hasilnya, kemiskinan Sleman turun sebesar 0,06% di tahun ini.
“Tahun lalu posisinya di 7,52% dan di 2024 menjadi 7,46%,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Puluhan jabatan kepala sekolah di Gunungkidul masih kosong meski sudah ada pelantikan. Ini penyebab dan solusi Disdik.
Penulis buku, Cahyadi Takariawan, menjelaskan parenting merupakan proses interaksi total antara orang tua dan anak. Interaksi tersebut mencakup berbagai aktivit
Harga emas perhiasan hari ini 25 Juni 2026 turun. Emas 24 karat dijual mulai Rp2,284 juta per gram, cek daftar harga lengkap semua kadar.
Kondisi tersebut mengemuka dalam bedah buku Budi Daya Padi di Lahan Tadah Hujan dengan Teknologi Patbo Super yang digelar di Balai Padukuhan Benjono, Kalurahan
Vinicius Jr kini hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi dalam daftar top skor Piala Dunia 2026 setelah mencetak dua gol saat Brasil mengalahkan Skotlandia.
Pemkab Bantul fokus menjaga kawasan Pedak Baru agar tidak kembali kumuh sembari memetakan penanganan sekitar 200 hektare kawasan kumuh lainnya.