Advertisement
Aksi Lucu Kirun, Marwoto, dan Yati Pesek Tutup Pertunjukan Indonesia ICH Festival 2024

Advertisement
JOGJA—Pulung Dance Studio serta Dagelan Jogja dari seniman Kirun, Marwoto, dan Yati Pesek menutup serangkaian pertunjukan Indonesia Intangible Cultural Heritage (ICH) Festival 2024. Mereka tampil di sekitar Monumen Serangan Umum 1 Maret, Kota Jogja, Kamis (28/11/2024). Serangkaian pentas sudah berlangsung sejak 23-28 November 2024. Akan tetapi untuk pameran masih berlangsung hingga 10 Desember 2024.
Pada pentas malam itu, para penari Pulung Dance Studio mengilustrasikan 13 Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang sudah diakui UNESCO dalam gerak tari. Mereka memanfaatkan gerak tubuh hingga beragam properti untuk menghibur masyarakat. Gerak tari kontemporer berkolaborasi dengan unsur modern.
Advertisement
Selepas para penari menyelesaikan pertunjukannya, giliran seniman Dagelan Jogja, Kirun, Marwoto, dan Yati Pesek yang menghibur masyarakat. Para seniman senior Jogja ini memulai dagelannya dengan membahas penyakit. Di usianya yang sudah lanjut, Kirun sempat mengeluh apabila pertunjukannya tertunda akibat hujan. Dia mesti bolak-balik dari panggung ke ruang transit beberapa kali. “Ujan masuk lagi, reda pindah lagi, ujan lagi, reda lagi,” katanya. “[Kalau kaya gitu] bisa mati aku.”
“Kalau mau mati, mati aja enggak apa-apa, buat pengalaman,” sambut Marwoto.
“Kalau aku mati, tidak perlu didoain, kamu nyusul aja,” kata Kirun pada Marwoto.
Di bagian lain, ketiga seniman dagelan tersebut juga membahas tema acara berupa Indonesia IHC Festival. Marwoto menyapa Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Irini Dwi Wanti, yang berasal dari Aceh. “Ini dua daerah istimewa yang menjadi satu, Aceh dan Jogja. [Sementara] kita ini [juga bagian dari] trio heritage, sudah tua-tua,” katanya.
Saat pertunjukkan dagelan selesai, Irini, menyampaikan sambutan dan apresiasi kepada seluruh pengisi acara dan semua pihak yang terlibat dalam Indonesia IHC Festival. Acara ini sebagai persembahan 13 Warisan Budaya Takbenda Indonesia kepada masyarakat. Seluruh warisan budaya yang sudah diakui UNESCO tersebut yaitu Wayang, Keris, Batik, Pendidikan dan Pelatihan Batik, Angklung, Tari Saman, Noken, 3 Genre Tari Bali, Pinisi, Pencak Silat, Pantun, Gamelan, dan Budaya Sehat Jamu.
“Luar biasa, persembahan para seniman yang tampil dalam festival, pada kesempatan ini izinkan kami mengapresiasi setinggi-tingginya pada semua pihak yang sudah berpartisipasi,” katanya.
Irini berharap semangat yang sudah mulai terbangun, bisa berlanjut lagi ke festival yang sama tahun depan. “Festival ini harus dilakukan setiap tahun, dan tanggal 2-5 Desember 2024 mudah-mudahan kita akan mendapatkan tiga pengakuan Warisan Budaya Takbenda lagi dari UNESCO, yaitu Reog Ponorogo, Kolintang, dan Kebaya.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Pemda DIY Susun DRMP Sumbu Filosofi
- Jaringan Omah Jaga Warga di Gunungkidul Akan Terus Diperluas
- Jadwal KRL Jogja-Solo Hari Ini Jumat 4 April 2025: Stasiun Tugu, Lempuyangan, Maguwo, Ceper, Srowot, Delanggu hingga Palur
- Jadwal Kereta Bandara Hari Ini Jumat 4 April 2025, Berangkat dari Stasiun Tugu dan YIA
- Jadwal Kereta Bandara Xpress Hari Ini Jumat 4 April 2025, Berangkat dari Stasiun Tugu, Wates dan YIA
Advertisement
Advertisement