Prambanan Jazz dan Jogja Marathon Dongkrak Wisata DIY 50 Persen
Prambanan Jazz Festival 2026 dan Mandiri Jogja Marathon disebut mampu meningkatkan kunjungan wisata DIY hingga lebih dari 50 persen dan menggerakkan ekonomi.
Aktivitas Bank Sampah Surya Resik, Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Jogja. - Ist./Dok. Kelurahan Suryodiningratan
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Suryodiningratan, Mantrijeron, Kota Jogja mengoptimalkan bank sampah dan transporter atau penggerobak dalam pengolahan sampah di tingkat kelurahan.
Lurah Suryodiningratan, Subiyana, mengatakan di wilayahnya terdapat 19 bank sampah yang tersebar di 17 RW. Bank sampah di wilayahnya terbilang cukup aktif hingga menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintah dan lembaga pendidikan.
“Bank sampah semua sudah bergerak, bahkan ada satu bank sampah yang melakukan memorandum of understanding [MoU] dengan lembaga pendidikan maupun lembaga pemerintah, dia menarik atau menerima sampah daripada langganannya,” ujar Subiyana, Jumat (20/6).
Bank Sampah tersebut ialah Surya Resik, yang bertempat di RW 13 Suryodiningratan. Subiyana mengatakan, saat ini Surya Resik telah memiliki sekitar 400 anggota yang aktif menyetorkan sampah di bank sampah tersebut.
Bank sampah yang didirikan pada 2013 ini bisa memanfaatkan sampah anorganik menjadi kerajinan seperti tas, hiasan, hingga topi. Berkat itulah, bank sampah ini beberapa kali mendapatkan penghargaan, terakhir meraih juara 1 Bank Sampah Pembina.
BACA JUGA: Tim PSS Sleman U-15 Bersiap Hadapi Lawan di Piala Soeratin 2025
Selain bank sampah, Kelurahan Suryodiningratan juga mengandalkan transporter yang terdapat di seluruh RW. Saat ini, terdapat 22 transporter yang bisa menjembatani warga untuk membuang sampah organik ke depo.
Subiyana menambahkan kelurahan sudah berencana mendatangkan alat pencacah plastik pada tahun 2026. Menurutnya, saat ini bank sampah memiliki kendala menyimpan sampah plastik, sehingga membutuhkan alat pencacah tersebut.
Saat ini, kelurahan masih sebatas memaksimalkan potensi bank sampah dan penggerobak. Adapun untuk alat seperti insinerator belum dapat didatangkan karena belum adanya sumber daya yang mumpuni.
“Target ke depan kami mengoptimalkan bank sampah dan penggerobak dulu, karena kalau kami mendatangkan teknologi seperti pemasangan insinerator, kami perlu melakukan perawatan. Namun karena keterbatasan tempat kami belum menuju ke sana, kecuali ada tempat potensial yang bisa dibangun insinerator,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prambanan Jazz Festival 2026 dan Mandiri Jogja Marathon disebut mampu meningkatkan kunjungan wisata DIY hingga lebih dari 50 persen dan menggerakkan ekonomi.
KPK menduga eks Sekjen MPR Ma’ruf Cahyono meminta fee 10 persen dari proyek. Penyidikan terus dikembangkan.
Argentina dan Swiss melengkapi 8 besar Piala Dunia 2026. Simak jadwal perempat final dan link nonton resmi di sini.
Tol Prambanan–Purwomartani disiapkan untuk mudik Lebaran 2027. Flyover exit Purwomartani akan difungsikan dua arah.
Danantara gandeng Tony Blair Institute percepat transformasi BUMN, dorong investasi global, hilirisasi, dan daya saing Indonesia.
India bantu konservasi Candi Prambanan. Dispar DIY optimistis kolaborasi ini perkuat pelestarian dan daya tarik wisata Jogja.