Bupati Sleman Ajak Warga Ramaikan Pasar Tradisional lewat Gempar
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengajak masyarakat meramaikan pasar tradisional melalui Gempar di Pasar Godean.
Harun Masiku. /Ist-Dokumentasi demokrasi
Harianjogja.com, SLEMAN—Sayembara menangkap Harun Masiku yang dilontarkan Politikus Partai Gerindra, Maruarar Sirait dinilai menjadi hak setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam pemberantasan korupsi.
"Sayembara itu hak setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam pemberantasan korupsi," kata Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (Pukat UGM), Zaenur Rohman pada Jumat (29/11/2024).
Zaenur juga berpandangan jika sayembara semacam ini dapat mendorong publik untuk memberikan informasi tentang Harun Masiku. "Sayembara ini bagus untuk mendorong publik memberi informasi tentang Harun Masiku," tandasnya.
BACA JUGA: KPK Temukan Petunjuk Baru terkait Perkara Harun Masiku
Namun, di sisi lain langkah ini dapat menjadi penyentil KPK agar menuntaskan tugasnya. "Sekaligus mengingatkan KPK untuk menyelesaikan tugas mereka," ujar dia .
Terlepas dari ada tidaknya unsur politik dibaliknya, secara hukum pembuatan sayembara kata Zaenur sah-sah saja untuk dilakukan. "Yang jelas dari sisi hukum sah-sah saja," tegasnya.
Sementara itu diadakannya sebuah sayembara juga dianggap Zaenur sebagai sindiran bagi lembaga pemberantasan korupsi yang belum berhasil menangkap Harun Masiku. "Iya tentu menjadi sindiran. Sejak awal ini soal kemauan, bukan masalah ketidakmampuan.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya mengajak masyarakat meramaikan pasar tradisional melalui Gempar di Pasar Godean.
Danantara menyiapkan desain investasi 2026-2027 untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027.
Sekitar 50 kampung di Jogja telah memiliki hidran. Kawasan padat seperti Pajeksan masih membutuhkan tambahan untuk antisipasi kebakaran.
Banjir bandang dan longsor di perbatasan Nepal-China menewaskan 919 orang. Sebanyak 4.793 lainnya masih hilang, termasuk 853 warga asing.
Stok beras Bulog Banyumas mencapai 76.000 ton setara beras dan dipastikan aman hingga Maret 2027.
DPRD Bantul mengingatkan keberadaan PSEL bukan alasan warga meningkatkan produksi sampah. Pengurangan dari sumber tetap harus dilakukan.