Pengajian Gus Iqdam di Mandala Krida Jogja, Ini Rute Pengalihan Arus
Satlantas Polresta Yogyakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Stadion Mandala Krida pada Minggu (14/6/2026) saat Pengajian Gus Iqdam.
Foto ilustrasi sala satu merek fesyen. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Salah satu legenda fashion di Jogja, Planet Surf memiliki kekhasan dengan produk yang dihadirkan. Salah satunya teknik printing atau sablon dari setiap desain fesyennya sulit untuk dijiplak pihak lain.
Planet Surf dikenal sebagai salah satu fesyen legendaris asal Jogja yang pertama kali membuka gerainya pada 1997 di Galeria Mall. Saat itu produk Planet Surf berasal dari Negara Amerika dan Australia atau dikenal dengan pakaian untuk surfing. Terkini pembukaan kembali atau reopening gerai di lantai 2 Malioboro Plaza Jogja.
Manager Marketing Planet Surf Indonesia Rafael Michael mengungkapkan, ada salah satu ciri khas dari setiap merek yang dijual Planet Surf sehingga tetap diminati masyarakat hingga saat ini. Di antaranya desain yang unik dan menarik dan sulit dijiplak pihak lain.
BACA JUGA : Solo Urband Fashion Diharapkan Menarik Wisatawan Luar Daerah
"Cuma kami yang bisa mendapatkan brand dengan teknik printing atau sablonnya yang sudah menyaingi merek luar negeri yang terkenal. Desain simpel menarik dengan teknik mewah, berteknologi tinggi dan sulit untuk dijiplak sehingga pemakainya merasa mewah karena berbeda dengan merek lain," katanya kepada wartawan, Jumat.
Area Manager Planet Surf Jogja Syaiful Ramadhan menambahkan dengan adanya teknologi baru dengan desain printing yang tingkat kesulitannya cukup tinggi sehingga konsumen bisa langsung membedakan antara original dengan palsu. Menurutnya tidak mudah untuk menjiplak desain dari fesyen Planet Surf dengan mode yang sama persis.
"Karena perpaduan teknik tadi yang akhirnya orang berfikir dua kali ketika akan meniru atau menjiplak karena cost [biaya produksi penjiplak] akan lebih besar," ujarnya.
Adapun reopening di Malioboro Plaza menggunakan konsep baju konsep baru yang diusung saat ini yaitu modern lifestyle. Dengan konsep baru ini, ingin mengikuti perkembangan dunia fesyen dan dunia ritel saat ini.
Menyasar segmen semua usia, pihaknya terus mengikuti perkembangan fesyen yang banyak diminati oleh masyarakat. Adapun tren saat ini lebih banyak mengarah ke oversize atau kelihatan lebih besar meski tidak menutup kemungkinan yang simpel juga banyak diminati. "Sama kayak dulu celananya agak besar atau becky, baju pun oversize, itu jadi tren juga saat ini," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satlantas Polresta Yogyakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Stadion Mandala Krida pada Minggu (14/6/2026) saat Pengajian Gus Iqdam.
Cuaca Jogja hari ini Selasa 16 Juni 2026 cerah, suhu hingga 31°C. BMKG ingatkan potensi udara kabur pagi dan malam.
Komisi D DPRD DIY mendorong pergeseran anggaran kajian renovasi Stadion Mandala Krida dengan mengalihkan dana penyusunan detail engineering design (DED) ke kaji
Penumpang kereta api di Daop 6 Yogyakarta melonjak 54 persen menjelang libur Tahun Baru Islam. KAI menambah tiga perjalanan kereta untuk mengakomodasi lonjakan.
ESDM anggarkan Rp9,7 triliun untuk listrik desa 2027, target ribuan lokasi belum berlistrik hingga wilayah terpencil.
Cara merawat baterai mobil listrik agar lebih awet. Hindari kesalahan pengisian, suhu panas, dan kerusakan fisik pada kendaraan listrik.