Kekeringan Gunungkidul Meluas, 16 Kapanewon Sudah Terima Air Bersih
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa saat menyerahkan bantuan gamelan dan alat musik ke kelompok seni yang berlangsung di Balai RW 23 Padukuhan Panggungsari, Sariharjo, Ngaglik. Sabtu (30/11/2024)./Istimewa-Pemkab Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Sleman menyerahkan bantuan gamelan dan alat musik kepada puluhan kelompok seni di Bumi Sembada. Simbolisasi bantuan diserahkan oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, Sabtu (30/11/2024) malam di Balai RW 23 Padukuhan Panggungsari, Sariharjo, Ngaglik.
“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian dari pemkab kedapa kelompok senin maupun komunitas budaya yang ada. Mudah-mudahan ini mewujudkan pelestarian seni adat dan tradisi yang berkembang di Masyarakat,” kata Danang.
Selain itu, tujuan pemberian gamelan dan alat musik ini juga sebagai upaya mendukung kemajuan serta pengembangan seni budaya di Kabupaten Sleman. Danang juga mendorong, khususnya generasi muda untuk lebih mengenal keberadaan seni adat dan tradisi yang dimiliki.
Melalui gemalen dan alat musik lainnya bisa menjadi sarana untuk menginsiprasi dan mempromosikan seni budaya ke tingkat global. “Jangan hanya melihat kebudayaan dari luar, tapi peninggalan budaya dari nenek moyang juga harus dilestarikan. Harapannya generasi muda bisa ikut berpartisipasi,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kebudayaan Sleman, Edy Winarya mengatakan, total ada 70 kelompok seni yang mendapatkan hibah gamelan dan alat musik. Jumlah ini terdiri dari 14 kelompok jathilan, 11 kelompok hadroh, delapan kelompok kubro, tiga kelompok campur sari, sepuluh kelompok bregodo, 22 kelompok karawitan dan dua kelompok badui. “Harapannya tidak hanya dipergunakan untuk melestarikan seni adat dan tradisi yang dimiliki, tapi bantuan yang diberikan juga harus dirawat,” katanya.
BACA JUGA: Kreatif, Perajin di Bantul Ini Bikin Gamelan Perunggu
Edy menjelaskan, bantuan yang diberikan bersumber dari dana keistimewaan dari Pemerintah DIY. Upaya pengembangan seni budaya membutuhkan sinergi berkesinambungan dari pemerintah, swasta, masyarakat dan pelaku seni.
Seni budaya bukan hanya dipandang sebagai warisan melainkan aset yang memiliki nilai yang bila terus dikembangkan memiliki nilai baik bagi para pelaku seni maupun masyarakat penikmati seni itu sendiri. “Harapannya bantuan gamelan dan alat musik ini juga dapat meningkatkan minat dan bakat masyarakat dalam berkesenian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Krisis air bersih di Gunungkidul meluas. BPBD mencatat 16 kapanewon terdampak dan lebih dari 700 tangki air telah disalurkan.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.
Piala AFF 2026 memasuki fase semifinal! Singapura vs Thailand dan Malaysia vs Vietnam. Thailand lolos dengan nilai sempurna, Vietnam juara Grup A. Cek jadwal le
Honor resmi luncurkan Robot Phone dengan gimbal titanium terkecil di industri. Kamera 200 MP bisa bergerak 4 arah, rekam 4K, dan punya 100 ekspresi wajib.