Polisi Bekuk Spesialis Pencuri Pompa Sumur Bor di Gunungkidul
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Beasiswa pendidikan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemkab Sleman akan memberikan beasiswa bagi 210 anak kurang mampu untuk berkuliah di tahun depan. Diharapkan dengan program Sleman Pintar ini dapat memutus mata rantai kemiskinan dalam waktu jangka panjang.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan, berkomitmen untuk memutus mata rantai kemiskinan. Program yang disiapkan tidak hanya bantuan secara langsung maupun program pendampingan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan.
Hal ini dikarenakan juga ada program yang dilaksanakan melalui jalur Pendidikan melalui Sleman Pintar. Kegiatan ini merupakan kerja sama antara Pemkab Sleman dengan tiga universitas, yakni Amikom, Universitas Aisyiyah Yogyakarta dan Polbangtan Yogyakarta.
“Program ini dilaksanakan dengan memberikan beasiswa bagi anak dari keluarga kurang mampu agar bisa berkuliah,” kata Kustini, Minggu (29/12/2024).
Diharapkan dengan adanya Pendidikan yang berkualitas, maka bisa mengangkat derajat keluarga dan untuk meraih masa depan yang lebih baik. Di tahun dialokasikan anggaran Sleman Pintar sebesar Rp6,2 miliar.
Secara total, sejak program ini pertama kali digulirkan sudah ada sebanyak 563 anak yang mendapatkan beasiswa dari program Sleman Pintar. “Ini juga sebagai upaya untuk mendukung kemajuan Sumber Daya Manusia berkualitas di Kabupaten Sleman,” ungkapnya.
Kustini memastikan beasiswa Sleman Pintar akan dilanjutkan di tahun depan. Meski tidak menyebut anggarannya, ia mengungkapkan adanya 210 anak yang rencananya mengikuti program beasiswa berkuliah ini.
“Penerima beasiswa harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk meraih masa depan yang lebih baik,” kata Bupati.
Kepala Dinas Sosial Sleman, Mustadi menambahkan, Beasiswa Sleman Pintar sudah dilaksanakan mulai 2022 lalu. Adapun pelaksanaannya bekerjasama dengan tiga universitas di Kabupaten Sleman.
Hingga saat ini, sambung dia, sudah ada ratusan anak yang mendapatkan beasiswa yang dibiayai Pemkab Sleman. Sebagai gambaran, di Amikom pada angkatan 2022 ada sebanyak 120 mahasiswa, angkatan 2023 sebanyak 118 mahasiswa serta angkatan 2024 berjumlah 120 mahasiswa.
Selanjutnya di Universitas Aisyiyah Yogyakarta, pada angkatan 2023 sebanyak 91 mahasiswa, angkatan 2024 berjumlah 117 mahasiwa. Sedangkan di Polbangtan Yogyakarta di 2023 sebanyak 4 mahasiswa mendapatkan beasiswa.
“Program ini digulirkan guna mendukung visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sleman yakni untuk mewujudkan Sleman sebagai rumah bersama yang cerdas, sejahtera, berdaya saing, menghargai perbedaan dan memiliki jiwa gotong royong,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Warga Villa Banguntapan Asri 3 meminta kolam koi ditutup dan menagih tindak lanjut Satpol PP Bantul atas rekomendasi OPD.
Askab PSSI Sleman, PSS Sleman, dan Carrick Rangers FC menggagas Global Pathway untuk membuka peluang pemain muda berlatih di Eropa.
Kemendikdasmen memperkuat pendidikan Pancasila melalui deep learning, budaya sekolah, ekstrakurikuler, pembiasaan, dan pengalaman nyata siswa.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif setiap kritik, saran, and laporan masyarakat terkait pelayanan publik.
OpenAI mengutamakan keamanan dalam pengembangan AI melalui pendekatan berlapis dan melibatkan masukan masyarakat dalam evaluasi.