Advertisement
Melonjak dari Tahun Lalu, Ada 283 Kasus DBD Sepanjang 2024
Nyamuk Aedes Aegypti / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mencatat terjadi peningkatan signifikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang 2024. Masyarakat pun diimbau untuk memperkuat Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Sepanjang 2024, kasus DBD di Kota Jogja menyerang pada 283 orang. Sedangkan pada 2023, jumlahnya hanya 86 kasus. Cuaca yang tidak menentu dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor pemicu utama.
Advertisement
Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Jogja, Endang Sri Rahayu, mengimbau masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin dan penerapan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas, serta menggunakan obat nyamuk dan memasang kelambu saat tidur.
“Gerakan satu rumah satu jumantik harus dihidupkan lagi di kampung dan perkantoran. Selain itu, masyarakat wajib melakukan 3M plus dan menghindari gigitan nyamuk dengan memakai baju panjang atau menggunakan kelambu,” katanya, Senin (30/12/2024).
Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Jogja juga telah mengintensifkan penyuluhan langsung kepada masyarakat mengenai bahaya DBD dan langkah pencegahannya melalui fasilitas kesehatan seperti puskesmas. “Kami menghimbau kepada orang tua harus lebih waspada di hari ke empat-lima, ketika anak atau keluarga mengalami panas tinggi. Jika terjadi maka segera dibawa ke puskesmas. Disana kita ada pendeteksian DBD. Karena penting menghitung hari panas ke empat-lima,” paparnya.
Ia berharap masyarakat melaporkan segera jika ada anggota keluarga yang mengalami gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, mual, atau muncul bintik-bintik merah pada kulit. Penanganan dini dianggap sangat penting untuk mencegah komplikasi
Menurutnya, dengan adanya nyamuk wolbachia sangat membantu pencegahan DBD di Kota Jogja, akan tetapi tidak 100% menghilangkan potensi. “Ketika DBD tahun ini naik di semua wilayah, Kota Jogja juga ikut naik. Namun dibandingkan dengan wilayah lain, Kota Jogja ada di posisi kelima se-DIY,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
Advertisement
Advertisement






