Nadhif Basalamah Ungkap Pelecehan Daring di Media Sosial
Nadhif Basalamah mengungkap menjadi korban pelecehan daring di X dan TikTok yang memicu reaksi luas dan dukungan publik.
Komisi B DPRD Bantul saat meninjau lokasi Agrowisata Bukit Dermo, pada Rabu (8/1/2025) siang - Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL-- Pemerintah Kabupaten Bantul akhirnya angkat bicara terkait permasalahan proyek pembangunan awal Agrowisata Bukit Dermo.
Pemkab Bantul menyatakan jika rekanan CV Cipto Wening yang menangani pembangunan tahap awal Agrowisata Bukit Dermo dengan anggaran Rp5,7 miliar menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) bermasalah. Bahkan, Pemkab Bantul telah memutus kontrak dengan CV yang beralamat di Kota Jogja tersebut.
"Sudah kami putus kontrak sejak awal Desember 2024. Dan, mereka harus membayar penalti senilai Rp1,05 miliar kepada kami," kata Sekda Bantul Agus Budiraharja, ditemui Harian Jogja, di Bantul, Jumat (10/1/2025).
Oleh karena itu, Agus mengakui jika saat ini kondisi lahan Agrowisata Bukit Dermo di Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul terbengkalai. Sebab, Pemkab telah melakukan pemutusan kontrak terhadap CV Cipto Wening.
"Kami sejatinya telah melakukan tahapan review, sampai dengan pemberian peringatan 1, peringatan kedua sampai pemutusan kontrak terhadap CV tersebut," jelasnya.
Selain itu, Agus mengungkapkan jika proyek Agrowisata Bukit Dermo juga sudah dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Di mana ada rekomendasi dari BPK terkait proyek dan kelanjutannya.
"Sudah ada LHP [Laporan Hasil Pemeriksaan]-nya juga, agar CV tersebut segera melakukan pengembalian atau kekurangan pekerjaan yang nilainya sampai Rp1,05 miliar. Nah saat ini, sedang proses CV tersebut mengembalikan sesuai denganr rekomendasi dari BPK," ungkap Agus.
BACA JUGA: DPRD Bantul Minta Pemkab Tinjau Ulang Proyek Agrowisata Bukit Dermo, Ini Alasannya
Agus juga mengaku telah meminta kepada inspektorat Kabupaten Bantul untuk mereview terkait proyek Agrowisata Bukit Dermo dan juga pengembalian dana dari CV Cipto Wening selaku pihak yang mengerjakan proyek. Agus juga menyatakan jika setelah persoalan ini terjadi, maka DPRD Bantul dipastikan membentuk panitia khusus untuk tindak lanjut dari LHP BPK dan proyek Agrowisata Bukit Dermo.
Menurut Agus, setelah adanya putus kontrak, Pemkab selanjutnya akan menganalisis kondisi dari Agrowisata Bukit Dermo dan apa yang dilakukan ke depan. Sejauh ini Agus punya dua opsi untuk penyelesaian masalah tersebut.
Opsi pertama, di APBD 2025 Perubahan bisa dianggarkan untuk menyelesaikan pembangunan tahap pertama Agrowisata Bukit Dermo.
"Opsi kedua, tidak peru menunggu APBD, bisa dengan undang investor untuk kerja sama operasional [KSO]. Sebab, kemarin cukup banyak investor [[Kidsfun, HeHa dan ada juga The Rich Hotel] yang sempat tertarik untuk bergabung," ungkap Agus.
Sekretaris Komisi B DPRD Bantul Dodi Purnomo Jati mengungkapkan jika pihaknya saat ini akan menunggu waktu untuk duduk bersama dengan Pemkab Bantul untuk mencari jalan keluar proyek Agrowisata Bukit Dermo.
"Kami tunggu koordinasi dengan Pemkab nanti. Apakah nantinya, memang harus dianggarkan dana untuk penyelesaian pembangunan Agrowisata Bukit Dermo di APBD 2025 perubahan. Ataukah, justru pemkab bisa menarik investor untuk membantu menyelesaikan masalah ini," katanya.
Sebagaimana diketahui, sinyal bermasalahnya pembangunan Agrowisata Bukit Dermo mulai terlihat pada awal November 2024. Saat itu Sekda Bantul Agus Budiraharja bersama dengan Dinas Pariwisata dan sejumlah stake holder melakukan rapat evaluasi terkait dengan keberlanjutan pembangunan tahap pertama Agrowisata Bukit Dermo.
Agus saat itu menyatakan optimistis pembangunan tahap pertama untuk Agrowisata Bukit Dermo akan selesai dan sesuai dengan spek pada akhir Desember 2024. Meskipun hingga November 2024, banyak pekerjaan yang belum terealisasi.
Dari hasil evaluasi, Agus menyatakan jika banyak pekerjaan pembangunan Agrowisata Bukit Dermo yang dilakukan di workshop. Di samping, pembangunan fisik dari Agrowisata Bukit Dermo terus berproses.
"Jadi begitu pekerjaan di workshop selesai tinggal pasang di lapangan. Dan, ini saya pikir adalah upaya percepatan untuk realisasi pembagunan di sana," kata Agus.
Agus juga mengakui dari hasil evaluasi, sempat ada kendala dalam pembangunan Agrowisata Bukit Dermo. Namun, hal itu tidak ada masalah. Sebab, setelah dikoordinasikan dan mitigasi, ada akselerasi agar pembangunan Agrowisata Bukit Dermo bisa tepat waktu.
Agus menyatakan jika kontrak pembangunan Agrowisata Bukit Dermo yang pembangunannya ditangani oleh CV Cipto Wening, tidak hanya ada bangunan gardu pandang, tapi juga viewing deck, amphitheater, outdoor gym dan foodcourt serta sarana dan prasarana mendukung pariwisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemendikdasmen memanggil 60.896 guru mengikuti PPG Guru Tertentu Tahap 2 Tahun 2026 untuk mempercepat sertifikasi guru di Indonesia.
Ai Ogura meraih kemenangan perdana di MotoGP Belanda 2026 sekaligus menjadi pembalap Jepang pertama yang juara kelas premier sejak 2004.
Penyuluhan hukum di Keparakan mengenalkan pidana kerja sosial dalam KUHP baru sebagai alternatif pemidanaan yang lebih humanis dan restoratif.
BRIN dan Kemendiktisaintek menyusun peta jalan riset hingga 2045 sebagai pedoman riset nasional dan arah industrialisasi Indonesia berbasis teknologi.
Kemenhan menegaskan latsarmil SPPI bagi manajer Kopdes Merah Putih bertujuan membentuk karakter, disiplin, kepemimpinan, dan integritas.