Pemkab Sleman Minta Orang Tua Awasi Anak Jelang Demo Hari Ini 28 Oktober
Pemkab Sleman mengimbau orang tua mengawasi anak agar tetap belajar dan tidak terlibat mobilisasi massa menjelang isu demo 28 Oktober 2026.
Ilustrasi longsor./Pixabay-Saiful Mulia
Harianjogja.com, BANTUL—Bencana longsor terjadi di sekitar Makan Raja-raja Imogiri pada Jumat (10/1/2025) sekitar 03.30 WIB. Akibat longsor tersebut beberapa rumah warga terkena longsoran.
Komandan TRC BPBD Bantul, Mahardika Casco Sujatmiko menuturkan hujan yang terjadi pada Jumat (10/1/2025) dini hari, menyebabkan talud ambrol dan longsoran terjadi di sekitar Makam Raja-raja Imogiri.
Adapun panjang longsoran sekitar 8 meter dengan ketinggian sekitar 2,5 meter.
"Kerugian akibat peristiwa itu ditaksir mencapai Rp30 juta. Untuk sementara, BPBD Bantul akan memasang terpal di lokasi tersebut untuk mengantisipasi agar dampak longsoran tidak meluas," katanya, Jumat.
Komandan SAR DIY Distrik Bantul Bondan Supriyanto menambahkan sebelum longsoran terjadi pihaknya telah mengecek lokasi tersebut.
Saat itu, dia mengaku telah menyampaikan potensi longsoran di daerah tersebut. "Untuk longsor sekarang posisi menghantam masjid dan sebagian rumah warga," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman mengimbau orang tua mengawasi anak agar tetap belajar dan tidak terlibat mobilisasi massa menjelang isu demo 28 Oktober 2026.
Nusron Wahid menjalani pemeriksaan KPK selama lima jam dan menegaskan perjalanan ke luar negeri telah mendapat persetujuan Kemensetneg.
Mabes Polri memastikan soliditas internal tetap terjaga setelah Listyo Sigit dan dua jenderal ditetapkan sebagai tersangka kasus penyadapan.
EHEF 2026 kembali digelar di Yogyakarta dengan menghadirkan 69 institusi pendidikan tinggi Eropa untuk membuka peluang kuliah dan beasiswa bagi generasi muda In
Demokrat mencatat kemenangan dalam pemilu sela AS 2026 dan berpeluang merebut mayoritas kursi Senat serta DPR dari Partai Republik.
Yusril Ihza Mahendra menyebut kasus dugaan penyadapan Presiden Prabowo mengarah pada indikasi makar dan masih didalami penyidik.