Aturan Toko Modern Bantul Berubah, Jarak Jadi 1 Km, Wajib Rekrut 50% Pekerja Lokal
DPRD Bantul mengubah aturan toko modern. Jarak minimal menjadi 1 km, produk UMKM wajib mendapat ruang, dan 50% pekerja harus warga lokal.
Personel gabungan dan sukarelawan saat mengevakuasi pohon tumbang yang memakan korban jiwa di Jalan Cendana RT.25 RW.07, Semaki Gede, Umbulharjo pada Selasa (21/12025)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang melanda Kota Jogja pada hari ini Selasa (21/1/2025) sekitar pukul 14.35 WIB. Cuaca ekstrem ini menimbulkan sejumlah dampak, termasuk pohon tumbang yang mengakibatkan kerusakan dan satu korban jiwa.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Jogja, Nur Hidayat, pohon tumbang yang memakan korban jiwa itu terjadi pada pukul 18.10 WIB.
Pohon cemara laut yang tumbang di Jalan Cendana RT.25 RW.07, Semaki Gede, Umbulharjo, menimpa seorang perempuan berusia 42 tahun, yang dinyatakan meninggal dunia.
Pohon dengan tinggi sekitar sembilan meter dan diameter sentimeter (cm) ini juga menutup akses jalan utama di kawasan tersebut. Tim BPBD bersama dengan instansi terkait segera melakukan penanganan, termasuk pemotongan pohon dan assessment lokasi kejadian.
“Penyebab kejadian ini adalah hujan disertai angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang. Kami segera melakukan penanganan di lapangan, dan situasi saat ini sudah terkondisi,” kata Nur Hidayat.
Selain kejadian pohon tumbang yang menelan korban jiwa, terdapat beberapa kejadian lainnya. Pada pukul 15.15 WIB, dahan pohon beringin di Jalan Sultan Agung RT.47 RW.10, Purwokinanti, Pakualaman, juga patah dan menimpa kabel penerangan jalan umum (PJU), menyebabkan pemutusan aliran listrik di sekitar wilayah tersebut.
Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, petugas dari BPBD dan instansi terkait langsung melakukan asesmen dan pemotongan pohon untuk memastikan tidak ada dampak lebih lanjut.
Selain itu, dua pohon tumbang lainnya juga dilaporkan terjadi di di Pengok Kidul RT.26 RW.07, Kelurahan Baciro, Kecamatan Gondokusuman, yang menimpa sebuah gudang milik warga.
Meski tidak ada korban jiwa, kejadian ini menyebabkan kerusakan material. Pohon tersebut diketahui berada di area Makam Lugondo dengan tinggi sekitar 20 meter dan diameter 40 cm. Penanganan terhadap pohon tumbang ini masih dalam tahap asesmen.
Sementara itu, pohon tumbang kedua terjadi di Jalan Masjid No.16 RT.36 RW.09, Gunungketur, Pakualaman, yang menimpa rumah milik warga dan kabel telepon serta Internet.
Pohon beringin setinggi sembilan meter dengan diameter 50 cm ini juga disebabkan oleh hujan dan angin kencang. Meski tidak ada korban jiwa, dampak dari kejadian ini cukup signifikan, terutama terhadap fasilitas komunikasi dan rumah warga. "Proses pemotongan pohon dan penanganan lanjutan tengah dilakukan oleh tim terkait," jelasnya.
Nur Hidayat menambahkan bahwa tim gabungan dari berbagai instansi, seperti TRC BPBD Kota Jogja, Kemantren Pakualaman, Polsek Pakualaman, DLH Kota Jogja, Linmas, PJU Kota Jogja, serta beberapa relawan dan Satgas Linmas telah bekerja sama dengan masyarakat untuk melakukan penanganan di lapangan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat cuaca ekstrem seperti ini dapat terjadi sewaktu-waktu. Kami juga berterima kasih atas kerja sama semua pihak dalam menangani kejadian ini," ujar Nur Hidayat.
Saat ini, sebagian besar kawasan yang terdampak sudah terkondisi, dan upaya pemulihan serta perbaikan fasilitas yang rusak masih terus dilakukan. Tim BPBD dan instansi terkait akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mengubah aturan toko modern. Jarak minimal menjadi 1 km, produk UMKM wajib mendapat ruang, dan 50% pekerja harus warga lokal.
Polri akan mendalami keluhan penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran di Sukoharjo melalui mekanisme pengawasan internal, termasuk Propam.
Anggota DPRD Sleman Respati Agus Sasangka menindaklanjuti keluhan sampah di Pasar Cebongan dengan mengusulkan penggunaan insinerator dan optimalisasi mesin komp
Gowes Jogjaversitas 2026 di UII diikuti pimpinan PTS DIY dan Jateng untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antarkampus.
Anggota DPRD Kulon Progo Angga Pratama mendorong pembangunan dan pemeliharaan irigasi untuk menjaga produktivitas pertanian.
Mandat ganda Bank Indonesia memperkuat peran kebijakan moneter dan sinergi IRU, GIRU, serta RIRU dalam mendorong investasi dan lapangan kerja.