Resmi! Romelu Lukaku Gabung Fenerbahce, Nilai Transfer 6 Juta Euro
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
Pekerja sedang mensetting alat di ITF Bawuran, Rabu (22/1/2025)/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, BANTUL–Perumda Aneka Dharma terus mempersiapkan diri jelang pengoperasionalan ITF Bawuran, pada Februari 2025. Nantinya, ITF yang dibangun dengan sistem karbonasi dan terletak di Bawuran, Pleret tersebut ditargetkan mampu mengolah sampah 50 ton per hari.
Tenaga Ahli Aneka Dharma, Imam Santoso mengungkapkan, saat ini alat pengolahan sampah yang berasal dari CV Surya Agung Enterprise telah datang dan tengah disetting. Sehingga diharapkan, pada Februari 2025 sudah bisa dioperasionalkan untuk mengolah sampah sampai 50 ton per hari.
"Nanti jika sudah beroperasi, kami targetkan bisa mengolah sampah secara optimal," katanya, Rabu (22/1/2025).
Lebih lanjut Imam mengakui pembangunan ITF Bawuran sempat mengalami kendala menyusul gagalnya kerja sama operasional (KSO) antara Perumda Aneka Dharma dengan PT Daha Putra Dewa.
Namun, kendala itu tidak berlangsung lama, karena pada Desember 2024, Perumda Aneka Dharma akhirnya menempuh KSO dengan CV Surya Agung Enterprise dan PT Rosana untuk penyelesaian dan pengoperasionalan ITF Bawuran.
"Karena komitmen kami ke depan harus tetap jalan. Maka KSO yang ada selama 20 tahun, dan pada pertengahan waktu tersebut harus sudah dalam kondisi terbaik," ungkapnya.
Disinggung mengenai kapasitas pengolahan sampah, Imam mengungkapkan alat dari CV Surya Agung Enterprise nantinya mampu mengolah sebanyak 50 ton sampah setiap harinya. Sebab, dengan perhitungan bisnis yang ada, jika ITF Bawuran hanya mampu mengolah dibawah 35 ton sampah, akan membuat beban bagi pengelola.
"Nah, Kota [sampah dari Kota Jogja] akan menutup kebutuhan itu. Meskipun harapan kami nantinya sampah yang ada di Bantul juga bisa diolah di sini," jelasnya.
BACA JUGA: TPST Bawuran Satu Akan Segera Beroperasi, Tahap Awal Mampu Kelola 70 Ton Sampah per Hari
Wakil Ketua I DPRD Bantul Suradal mengungkapkan, dirinya telah melakukan pengecekan terhadap pembangunan ITF Bawuran. Dari pengecekan tersebut, dirinya optimistis ITF Bawuran bisa beroperasional pada Februari 2025.
"Alatnya sudah mulai dipasang. Sekarang sudah 75 persen, dan Februari 2025 sudah bisa operasional nanti," jelasnya.
Suradal berharap dengan nantinya ITF Bawuran beroperasi, akan mampu mengatasi persoalan sampah yang ada di Kabupaten Bantul yang mencapai 180 ton per hari. ITF Bawuran akan melengkapi TPST Dingkikan, TPST Modalan, ITF Niten dan sejumlah TPS3R yang ada di Kabupaten Bantul.
"Jika ini bisa optimal. Tentu wacana membangun Bawuran 2 [TPST baru] akan bisa segera terealisasi ke depan," ungkapnya.
Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengaku sampai saat ini pihaknya masih menunggu penyelesaian pembanguan ITF Bawuran. Diharapkan pada Februari 2025, ITF ini sudah bisa dioperasionalkan. "Kami tunggu saja, progres ada di Perumda Aneka Dharma," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.
Purbaya menyebut penerimaan bea keluar emas nyaris nol. Dari target Rp3 triliun 2026, realisasi hingga Semester I baru 0,03%.
RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan Si Banter untuk mempermudah pembayaran tagihan rumah sakit melalui digitalisasi dan QRIS.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.