Cek Kesehatan Anak Sekolah Jogja: Karies Gigi Dominan
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana meluncurkan gerakan wisata bersih di Pantai Parangtritis pada Kamis (23/1/2025). Stefani Yulindriani/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL–Menteri Pariwisata RI, Widiyanti Putri Wardhana meluncurkan gerakan wisata bersih di Pantai Parangtritis pada Kamis (23/1/2025). Gerakan tersebut dicanangkan untuk mendorong destinasi wisata bersih dari sampah.
Menurut Menpar gerakan wisata bersih tersebut digelar karena di Pantai Parangtritis telah ada gerakan masyarakat untuk membersihkan pantai. "Di sini gerakan membersihkan pantai dilakukan mencapai dua hingga tiga kali dalam sehari. Kami ingin memberikan contoh dan inspirasi bagi destinasi [wisata] lainnya,” ujarnya, Kamis (23/1/2025).
BACA JUGA: Luapan Lumpur Akibat Proyek Kelok 23 di Bantul Masih Bisa Terjadi, Ini Antisipasi yang Dilakukan Satker PJN
Dia menuturkan, Kemenpar memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk mengelola sampah pantai. Dalam pelatihan tersebut, sampah pantai diolah menjadi produk daur ulang yang dapat digunakan kembali. Dia menuturkan pihaknya juga akan bekerjasama dengan akademisi untuk memberikan pelatihan tersebut.
Menpar berharap gerakan bersih sampah tersebut dapat ditiru di daerah lain. Menurutnya, kebersihan dapat meningkatkan kenyamanan dan citra Indonesia di mata internasional. "Harapannya lebih banyak lagi wisatawan yang datang ke desa wisata dan destinasi wisata di Jogja,” ujarnya.
Sementara Gubernur DIY, Sri Sultan HB X menilai keberadaan gerakan wisata bersih tersebut diharapkan bukan hanya sekedar menjaga kebersihan destinasi wisata dari sampah, melainkan dapat menanamkan pentingnya prinsip sapta pesona yang mengajarkan kebersihan dan keindahan destinasi wisata.
BACA JUGA: Perda Sampah Terbaru Akan Atur Tipping Fee Sampah
“Kebersihan destinasi wisata merupakan bagian dari pelayanan prima kepada wisatawan, sekaligus bentuk penghormatan terhadap alam dan budaya,” ujarnya.
Sri Sultan menambahkan dalam filosofi Jawa ada konsep memayu hayuning bawana yaitu tanggung jawab manusia untuk memperindah dunia dan menjaga keseimbangan. Dalam konteks pariwisata berkelanjutan, menurutnya, menciptakan harmoni antara pemanfaatan ekonomi bagi masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan wisatawan serta pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan karies gigi jadi masalah utama anak sekolah dengan angka 33,67%. Edukasi sikat gigi dan pola makan terus digencarkan.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.
Bareskrim Polri ajukan Red Notice Interpol untuk Lukmanul Hakim, bandar sabu jaringan internasional yang diduga operasi plastik.