Jelang DCF XVI, Harga Homestay Dieng Diminta Wajar
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL— Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan penanaman padi di lahan seluas 34.482 hektare sepanjang musim tanam 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya mempertahankan peran Bantul sebagai lumbung pangan utama di DIY.
"Pada 2025, Kabupaten Bantul bertekad untuk mencapai target luas tanam padi yang ditetapkan pemerintah yaitu seluas 34.482 hektare," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Sabtu.
Untuk mencapai target tersebut, ketersediaan benih, air irigasi, serta alat dan mesin pertanian harus dipastikan mencukupi. Salah satu daerah yang akan difokuskan dalam perluasan tanam adalah Kecamatan Jetis. Pemerintah juga mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) melalui percepatan proses tanam dan panen, serta optimalisasi irigasi.
Selain penyediaan sarana produksi, pemerintah menegaskan pentingnya dukungan teknologi dalam pertanian. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian secara lebih masif serta pemanfaatan lahan yang belum produktif menjadi strategi utama. Ketersediaan pupuk juga menjadi faktor krusial dalam mendukung program ini.
Untuk meningkatkan minat petani dalam menanam padi, pemerintah menetapkan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan insentif kepada petani agar lebih termotivasi meningkatkan produksi mereka.
BACA JUGA: Tanam Padi Seluas 2.500 Hektare di Bantul Ditarget Selsai Akhir Februari
"Adanya kebijakan HPP gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram tersebut diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan motivasi petani untuk menanam padi dan meningkatkan produksinya," katanya.
Sektor pertanian sendiri terus menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi di DIY. Kabupaten Bantul, dengan luas baku sawah mencapai 13.991 hektare, berkontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat. Keberhasilan dalam mencapai target luas tanam ini dinilai akan semakin memperkuat posisi Bantul sebagai daerah penghasil padi yang mampu berproduksi sepanjang tahun.
"Bantul merupakan daerah penghasil padi yang mampu berproduksi sepanjang tahun, dengan luas baku sawah seluas 13.991 hektare. Capaian ini tidak terlepas dari berbagai faktor pendukung budidaya pertanian diantaranya sumber daya manusia alam, SDM serta faktor lingkungan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Pertamina mempercepat distribusi BBM subsidi di Madura untuk mengurai antrean Pertalite dan Solar di sejumlah SPBU di empat kabupaten.
Australia memperketat larangan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun dengan menaikkan denda hingga Rp1,1 triliun dan memperluas pengawasan.
Simak lima fakta menarik Tanjung Verde, debutan Piala Dunia 2026 yang sukses lolos ke babak 32 besar dan akan menghadapi Argentina.