Iran Ubah Doktrin Militer, Kini Siap Balas Serangan Musuh
Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan AS dan Israel, dengan respons serangan berskala besar.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, BANTUL— Pemerintah Kabupaten Bantul menargetkan penanaman padi di lahan seluas 34.482 hektare sepanjang musim tanam 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya mempertahankan peran Bantul sebagai lumbung pangan utama di DIY.
"Pada 2025, Kabupaten Bantul bertekad untuk mencapai target luas tanam padi yang ditetapkan pemerintah yaitu seluas 34.482 hektare," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Sabtu.
Untuk mencapai target tersebut, ketersediaan benih, air irigasi, serta alat dan mesin pertanian harus dipastikan mencukupi. Salah satu daerah yang akan difokuskan dalam perluasan tanam adalah Kecamatan Jetis. Pemerintah juga mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) melalui percepatan proses tanam dan panen, serta optimalisasi irigasi.
Selain penyediaan sarana produksi, pemerintah menegaskan pentingnya dukungan teknologi dalam pertanian. Pemanfaatan alat dan mesin pertanian secara lebih masif serta pemanfaatan lahan yang belum produktif menjadi strategi utama. Ketersediaan pupuk juga menjadi faktor krusial dalam mendukung program ini.
Untuk meningkatkan minat petani dalam menanam padi, pemerintah menetapkan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan insentif kepada petani agar lebih termotivasi meningkatkan produksi mereka.
BACA JUGA: Tanam Padi Seluas 2.500 Hektare di Bantul Ditarget Selsai Akhir Februari
"Adanya kebijakan HPP gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram tersebut diharapkan dapat berkontribusi meningkatkan motivasi petani untuk menanam padi dan meningkatkan produksinya," katanya.
Sektor pertanian sendiri terus menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi di DIY. Kabupaten Bantul, dengan luas baku sawah mencapai 13.991 hektare, berkontribusi besar dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat. Keberhasilan dalam mencapai target luas tanam ini dinilai akan semakin memperkuat posisi Bantul sebagai daerah penghasil padi yang mampu berproduksi sepanjang tahun.
"Bantul merupakan daerah penghasil padi yang mampu berproduksi sepanjang tahun, dengan luas baku sawah seluas 13.991 hektare. Capaian ini tidak terlepas dari berbagai faktor pendukung budidaya pertanian diantaranya sumber daya manusia alam, SDM serta faktor lingkungan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan AS dan Israel, dengan respons serangan berskala besar.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.