Advertisement
Ancaman El Nino, Puluhan Irigasi di DIY Diperbaiki Serentak
Foto ilustrasi irigasi pertanian - foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Ancaman kemarau panjang 2026 mulai diantisipasi dengan percepatan perbaikan 85 saluran irigasi tersier di DIY. Langkah ini dilakukan untuk menjaga pasokan air pertanian di tengah potensi kekeringan akibat fenomena El Nino.
Sebagian perbaikan bahkan sudah berjalan, sementara sisanya dikebut agar siap digunakan sebelum puncak musim kemarau.
Advertisement
Bagi petani di DIY, perbaikan jaringan irigasi menjadi krusial untuk menjaga hasil panen saat musim kemarau datang. Tanpa pasokan air yang stabil, risiko gagal panen bisa meningkat signifikan.
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY mencatat sebanyak 85 saluran irigasi tersier menjadi prioritas perbaikan tahun ini dengan dukungan anggaran dari Kementerian Pertanian.
BACA JUGA
Kepala DPKP DIY, Aris Eko Nugroho, menjelaskan, dari total tersebut, sebagian sudah mulai dikerjakan pada tahap awal.
“85 unit irigasi tersier menggunakan APBN Kementan. Yang sudah dikerjakan di tahap 1 skitar 33 unit, masih ada skitar 52 unit yang dialokasikan untuk Kabupaten Bantul, Kulonprogo dan Sleman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (16/4/2026).
Perbaikan ini difokuskan pada saluran yang kondisinya sudah tidak optimal dan membutuhkan penanganan segera agar dapat berfungsi maksimal saat kemarau.
Namun, proses pengerjaan masih bergantung pada tahapan pengadaan barang dan jasa, sehingga kecepatan realisasi menjadi tantangan tersendiri.
Di luar target tersebut, DPKP DIY juga terus menginventaris kebutuhan tambahan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk penyuluh pertanian, dinas kabupaten, hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu-Opak.
Proses pengusulan perbaikan dilakukan melalui mekanisme CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) serta proposal dari kelompok tani yang akan diverifikasi di lapangan.
“Saat ini juga masih terus berproses CPCL maupun usulan dari kelompok. Kami berharap segera ada action nyata agar kepercayaan pemerintah pada kita semakin bagus,” paparnya.
Untuk menghadapi musim kemarau, DPKP DIY menyiapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga pembangunan sistem peringatan dini.
Mitigasi juga dilakukan dengan menggerakkan brigade kekeringan serta mengoptimalkan pengelolaan air melalui rehabilitasi jaringan irigasi, embung, dan sumur dangkal.
Selain itu, pemanfaatan teknologi seperti pompanisasi dan sistem perpipaan juga didorong untuk meningkatkan efisiensi distribusi air ke lahan pertanian.
Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah siaga, termasuk optimalisasi irigasi, penggunaan pompa air, serta sosialisasi sistem irigasi hemat air kepada petani.
Ancaman kekeringan ini tidak lepas dari prediksi BMKG yang menyebutkan adanya potensi fenomena El Nino kategori lemah hingga moderat pada pertengahan 2026.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan, tidak hanya di sektor pertanian tetapi juga terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Dengan percepatan perbaikan irigasi dan langkah antisipatif lainnya, pemerintah berharap produksi pertanian di DIY tetap terjaga meski menghadapi musim kemarau yang diperkirakan lebih panjang tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Jejak Pencuri Gamelan di Jogja Terungkap Setelah Aksi Kedua
- Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- SPPG Didesak Tanggung Jawab Penuh Kasus Keracunan di Bantul
Advertisement
Advertisement







