Advertisement
Masih Ada Pasar Tradisional Rusak di Bantul, Pemkab Bilang Begini Soal Kepastian Rehabnya
Ilustrasi pedagang pasar tradisional. - Antara
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Bangunan beberapa pasar rakyat di Bantul mengalami kerusakan. Kendati begitu, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bantul sejauh ini masih menunggu alokasi anggaran untuk rehabilitasi pasar tersebut.
Kabid Sarana dan Prasarana DKUKMPP Bantul, Zona Paramitha menuturkan masih ada beberapa pasar di Bantul yang mengalami kerusakan. Dia mengaku kerusakan yang ada di bagian atap bangunan.
Advertisement
Dia mengungkapkan rencana rehabilitasi pasar rakyat belum dapat direalisasikan hingga saat ini pasca terbitnya Inpres No.1/2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD tahun anggaran 2025. “Kami masih menunggu arahan dari bupati karena ada edaran untuk mengefisienkan anggaran. Jadi nanti kami lihat apakah rasionalisasi, refocusing [anggaran],” katanya, Senin (10/2/2025).
Zona mengungkapkan sebelumnya pihaknya berencana rehabilitasi Pasar Mangiran, Pundong dan Turi dengan menggunakan APBD Bantul. Pasar-pasar tersebut mengalami kerusakan di bagian atapnya.
Namun, Zona tidak mengungkapkan perkiraan alokasi anggaran yang dibutuhkan untuk rehabilitasi pasar tersebut.
Zona menuturan selain APBD, ada pula skema pendanaan lain yang telah diupayakan. Sebelumnya, pihaknya berupaya mengajukan rehabilitasi pasar rakyat menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).
BACA JUGA: Pasar Terban Diubah Jadi Pasar Unggas Higienis, Pembangunan Capai 44 Persen
Pihaknya mengaku ada beberapa kriteria yang tidak dapat diajukan dengan pendanaan tersebut. “[Rehabilitasi pasar rakyat] tidak bisa menggunakan DAK, karena tidak masuk kriteria pasar yang berdekatan dan melayani kebutuhan industri,” katanya.
Sementara Plt. Kepala DKUKMPP Bantul, Fenty Yusdayati mengakui beberapa pasar di Bantul masih mengalami kerusakan. Akan tetapi dia mengakui keterbatasan anggaran yang ada membuat rehabilitasi pasar rakyat selama ini dilakukan secara bertahap. “Rehabilitasi ini perlu untuk pemeliharaan bangunan publik,” katanya.
Sementara pada 2024, DKUKMPP Bantul telah merehabilitasi Pasar Niten, Pasar Piyungan dan Pasar Ngipik. Rehabilitasi pasar tersebut dialokasikan anggaran dari APBD Bantul dan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Bantul tahun 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Gelombang Dingin Ekstrem Tewaskan Puluhan Orang di Polandia
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Puasa Ayyamul Bidh Syakban 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Keutamaannya
- Ganti Rugi Tanah JJLS Garongan-Congot Ditargetkan Tuntas 2027-2028
- Kasus DBD Gunungkidul Turun, 2025 Nihil Korban Jiwa
- Kericuhan Antar Pelajar Terjadi di Depan SMA Swasta Jogja
- Dishub DIY Siapkan Pembatasan Kendaraan di Jeron Benteng Kraton Jogja
Advertisement
Advertisement



