Kasus Kebakaran di Bantul Melonjak, Karhutla Mendominasi selama September
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Tenaga Honorer - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA–Pemda DIY memastikan bahwa program efisiensi anggaran yang diinstruksikan Pemerintah Pusat tidak akan berdampak pada tenaga honorer di lingkungannya. Pemotongan anggaran pemerintahan sesuai dengan aturan itu hanya menyasar pada beberapa kegiatan yang sudah tertulis seperti diskusi atau FGD, perjalanan dinas, bantuan keuangan dan lainnya.
Sekda DIY, Beny Suharsono menyampaikan, pihaknya telah menyelesaikan proses pengangkatan tenaga honorer yang sebelumnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
"Jadi teman-teman yang sebelumnya berseragam putih itu (honorer) telah kami selesaikan pengangkatannya sampai tahap kedua. Tahap pertama administrasi sudah selesai, tinggal tahap kedua yang sedang berlangsung," ujar Beny, Rabu (12/2/2025).
Dengan kebijakan ini, Pemda DIY nantinya akan memiliki tiga kategori manajemen sumber daya manusia, yakni Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), serta tenaga pendukung lainnya seperti tenaga kebersihan dan keamanan.
Selain menyelesaikan pengangkatan tenaga honorer, Pemda DIY juga tengah merapikan administrasi terkait tenaga kerja. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengevaluasi kebutuhan tenaga di beberapa sektor.
"Misalnya, di wilayah selatan ada Satlinmas Rescue Istimewa yang membutuhkan banyak personel. Kami evaluasi apakah benar-benar dibutuhkan sebanyak itu atau bisa dikurangi," jelasnya.
Evaluasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran, tanpa mengganggu kinerja pelayanan publik.
Beny juga menambahkan bahwa pihaknya tengah mencermati laporan dari tiap instansi yang telah menyerahkan hasil dari kebijakan itu, sehingga ke depan akan diketahui berapa besar penghematan yang dilakukan setelah adanya pemangkasan biaya. "Kami berharap tidak ada kegelisahan di kalangan pegawai terkait dengan efisiensi anggaran," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus kebakaran di Bantul mencapai 326 kejadian hingga 21 September 2026. Karhutla melonjak dan menjadi pemicu utama kenaikan kasus.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21