Advertisement
Pengerjaan Fisik Padat Karya di Bantul Digelar Serentak 18 Februari 2025
Rapat Persiapan Petugas Lapangan Padat Karya di Bantul, Selasa (11/2 - 2025).ist
Advertisement
BANTUL—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul menyatakan pengerjaan fisik program padat karya infrastruktur tahun ini akan digelar serentak pada 18 Februari 2025 mendatang di 195 lokasi.
Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Perluasan Kerja dan Transmigrasi Bantul Rumiyati mengatakan proses sosialisasi padat karya sudah selesai dilaksanakan kepada warga di 195 lokasi yang menjadi sasaran program padat karya.
Advertisement
Setelah selesai sosialisasi kemudian dilanjutkan dengan distribusi material yang dimulai sejak awal bulan ini dan ditarget selesai pada 15 Februari mendatang atau tiga hari sebelum pelaksanaan padat karya.
“Sejauh ini tidak ada kendala dalam proses distribusi material padat karya. Dari laporan yang masuk sudah banyak lokasi padat karya yang droping material selesai 100 persen. Tinggal beberapa lokasi yang belum. targetnya tanggal 15 Februari sudah selesai semua,” kata dia dalam Rapat Persiapan Petugas Lapangan Padat Karya di Bantul, Selasa (11/2/2025).
Rumi-sapaan akrabnya mengatakan proses distribusi material merupakan tahapan sangat penting. Karena itu pihaknya meminta kepada semua petugas lapangan untuk memastikan semua material padat karya diterima sesuai dengan jenis pekerjaan di tiap lokasi sasaran. jenis pekerjaan tersebut di antaranya adalah pembangunan cor blok, drainase, talud, dan pekerjaan infrastruktur pedesaan lainnya.
Ia meminta kepada semua kelompok padat karya di tiap lokasi agar mematuhi aturan. Meski telah menerima material 100 persen agar pengerjaan padat karya tetap dilakukan pada 18 Februari. Sebab pembayaran upah pekerja dibayarkan sesuai hari kerja selama 21 hari yang dimulai sejak 18 Februari hingga 13 maret 2025.
Upah pekerja Rp90.000 untuk ketua kelompok, Rp80.000 untuk tukang, dan Rp70.000 untuk pekerja per hari.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul Istirul Widilastuti mengatakan kegiatan padat karya merupakan program tahunan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul, dalam rangka membantu masyarakat mendapat pekerjaan sementara, dengan sasaran masyarakat pengangguran dan setengah pengangguran.
Karena itu sasaran program padat karya ini adalah wilayah dengan jumlah warga miskin atau penganggurannya banyak. Dalam program padat karya ini setiap lokasi melibatkan sebanyak 26 orang atau pekerja. Setiap pekerja mendapatkan honor harian selama 21 hari kerja.
“Selain itu, sasaran padat karya adalah infrastruktur yang memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat untuk menunjang mobilitas warga sehingga dapat meningkatkan ekonomi warga,” katanya.
Tahun ini padat karya dari APBD sebanyak 195 lokasi, dengan tiap lokasi dianggarkan Rp100 juta. Ia berharap padat karya ini bermanfaat bagi masyarakat dalam jangka pendek maupun jangka panjang. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement








