Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Kekerasan jalanan atau klitih. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO–Dua remaja diduga menyerang warga di Kalurahan Brosot, Kapanewon Galur pada Senin (3/3/2025) dini hari. Mereka melempar batu ke arah warga yang tengah mengejarnya saat mengendarai motor secara ugal-ugalan.
Setelah berhasil ditangkap warga, diketahui dua remaja ini adalah MBS, 18, warga Karangmojo, Gunungkidul dan AWP, 16, warga Kalasan, Sleman. Kejadian ini bermula saat warga sekitar melihat mereka berboncengan mengendarai motor sambil membawa giir motor yang ditali dengan sabuk.
BACA JUGA: Soal Dugaan Tawuran Antar Pelajar di Bantul, Begini Respons Disdikpora
Selain membawa senjata tajam, warga Brosot juga mengamati cara berkendara dua remaja ini yang zig-zag di tengah jalan. Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Sarjoko menjelaskan pada Senin siang bahwa warga kemudian mengejar dua remaja itu.
Warga yang mengejar dua remaja ini, jelas Sarjoko, juga merasa dilempar batu. “Akhirnya dua remaja ini berhasil ditangkap oleh warga, kemudian diserahkan ke Polsek Galur,” jelasnya.
Personil Polsek Galur yang menerima penyerahan dua rema oleh warga ini, lanjut Sarjoko, langsung memriksanya. “Personil kami juga menelusuri jalur yang dilewati kedua remaja ini karena saat di Kantor Polsek Galur tidak ditemukan senjata tajam yang dimaksud warga,” terangnya.
BACA JUGA: 6 Orang yang Diduga Terlibat Tawuran di Jalan Parangtritis Ditangkap
Hasil pemeriksaan yang dilakukan kepada dua remaja ini, sambung Sarjoko, hanya menemukan bendera dengan lambang celurit dengan tulisan “Team Gukgukguk” dengan ukuran 1,5 meter persegi. “Penelusuran di jalur yang dilewati juga tidak menemukan senjata tajam,” ungkapnya.
Tidak ditemukannya benda terlarang dan kerugian dalam peristiwa itu, menurut Sarjoko, kemudian Polsek Galur memutuskan tidak ada tindakan pidana yang terjadi. Dua remaja ini kemudian diserahkan ke orang tuanya masing-masing.
Kini dua remaja ini masih berada di Polres Kulonprogo sampai orang tuanya menjemputnya. “Kami mewajibkan keduanya wajib lapor sebagai bentuk pembinaan karena keduanya mengaku anggota Team Gukgukguk itu,” tuturnya.
Sarjoko mengimbau agar para orang tua lebih ketat mengawasi anak-anaknya selama Ramadan ini. “Jangan membiarkan anak keluar malam-malam karena bisa memungkinkan kejadian tidak diinginkan, bisa jadi pelaku kekerasan atau korban,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
OpenAI meluncurkan ChatGPT Finance yang bisa terhubung ke rekening bank dan investasi untuk analisis keuangan personal pengguna.
Ekonom UAJY menilai pelemahan rupiah tetap berdampak ke warga desa dan kritik pernyataan Prabowo soal dolar AS.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Apple mulai uji produksi chip iPhone dan Mac di Intel untuk kurangi ketergantungan pada TSMC di tengah tekanan AI dan geopolitik
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.