Investasi Sleman Tembus Rp931,7 Miliar, Kelistrikan Terbesar
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Ilustrasi embung./Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kalurahan Gayamharjo, Prambangan, Sleman meminta kepada Pemkab Bantul untuk melakukan pengerukan terhadap Embung Serut. Pasalnya, saat ini terjadi pendangkalan di embung tersebut, padahal embung itu digunakan untuk pengairan pertanian warga sekitar.
Lurah Gayamharjo, Parwoko, mengungkapkan saat ini embung tersebut mengalami sedimentasi. Meski dapat menjadi lahan resapan, namun penggunaan embung menjadi tidak optimal. Padahal, air yang tertampung dapat menjadi sumber pengairan pertanian warga.
“Penuh lumpur embungnya. Embung ini juga belum ada talut di dindingnya, samping-sampingnya,” kata Parwoko dihubungi, Minggu (9/3/2025).
BACA JUGA: Hati-Hati Ada Hoaks Bertebaran
Menurut dia, apabila embung tersebut mampu berfungsi optimal, masyarakat akan sangat terbantu. Sebab, karakteristik tanah di Gayamharjo, utamanya di perbatasan Gunungkidul merupakan batuan kapur. Selain itu, lahan pertanian di Gayamharjo juga mayoritas tadah hujan. Sehingga Embung Serut sangat penting, bahkan keberadaan embung tersebut pernah dimanfaatkan untuk budidaya ikan.
“Kami malah minta kalau bisa ada pengerukan atau apapun agar debit air bertambah. Tidak perlu membuat embung lagi. Masyarakat juga saya dorong untuk menafaatkan lahan tegalan untuk pertanian, bisa sayur dan buah juga,” imbuhnya.
Lebih jauh, dia menjelaskan penggunaan sumur bor di wilayahnya tidak selamanya optimal. Ada potensi air tanah lolos atau water loss. Parwoko mengaku sempat ada mata air yang hilang, utamanya di sisi selatan. Sementara wilayah Gayamharjo sisi utara lebih ramah pertanian.
“Sisi utara mulai dataran. Ada sumur bor juga yang dikelola warga lewat Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat,” ucapnya.
Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman menyampaikan ada dua embung yang akan direhabilitasi. Rehab tersebut terbatas pada perbaikan/ pembangunan talut. Dua tersebut yaitu Embung Lemahbang, Gayamharjo, Prambanan dan Embung Klampeyan, Tlogoadi, Mlati.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPKP Sleman, Ari Triyono, mengatakan anggaran rehabilitasi berasal dari APBD Sleman 2025 dengan nilai kurang dari Rp200 juta. "Karena di bawah Rp200 juta, kami tidak melakukan lelang,” kata Ari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Apple hampir sentuh kapitalisasi 5 triliun dolar AS (Rp90.000 T) di 2026, kalahkan Nvidia. Saham naik 25%, Tim Cook lengser. Simak strategi AI Apple!
Manuel Neuer isyaratkan pensiun akhir musim 2026/2027. Kiper 40 tahun itu katakan kemungkinan besar gantung sarung tangan. 13 Bundesliga & 2 UCL!
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.