Kampung Lampion Jogja Jadi Percontohan Nasional Penataan Tepi Sungai
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Petugas Dinas Perhubungan DIY mengarahkan arus lalu lintas dari selatan untuk tidak memasuki Plengkung Nirbaya, Senin (10/3/2025)./ist Humas Pemda DIY
Harianjogja.com, JOGJA—Uji coba lalu lintas Plengkung Nirbaya atau Plengkung Gading satu arah telah dimulai pertama kali pada Senin (10/3/2025). Pada minggu pertama, uji coba dilakukan dua jam pagi dan dua jam sore.
Sejumlah petugas gabungan dari Dinas Perhubungan DIY, Dinas Perhubungan Kota Jogja, Polda DIY dan Polresta Jogja mengarahkan arus lalu lintas dari simpang jalan MT. Haryono-Jalan Gading untuk tidak memasuki Plengkung Nirbaya. Beberapa rambu lalu lintas terpasang menunjukkan jalan satu arah dari arah Plengkung Nirbaya.
Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY, Wiyos Santoso, menjelaskan pada pekan pertama, uji coba dilakukan dua kali dalam sehari dengan durasi dua jam. “Sementara minggu pertama dua jam, jam 07.00-09.00 untuk pagi, lalu jam 15.00-17.00 sorenya,” ujarnya.
Durasi uji coba akan diperpanjang pada pekan kedua, yakni selama 24 jam. Dari hasil kajian Dinas Perhubungan DIY, arus lalu lintas lebih padat dari arah utara ke selatan. “Sehingga kenapa arus keselatan diharapkan tidak terjadi kemacetan dalam uji coba ini,” katanya.
Selain karena lebih padat lalu lintas dari utara, bagi kendaraan dari arah selatan yang hendak melalui jalan Plengkung Nirbaya bisa lebih mudah mencari alternatif lain. "Alternatifnya lebih banyak. Kalau yang sudah terbiasa pasti akan menyesuaikan mencari jalan alternatif," paparnya.
BACA JUGA: Perhatikan! Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah Plengkung Gading Dimulai 10 Maret 2025
Beberapa rambu yang dipasang sementara ini diantaranya water barrier, arah penunjuk larangan belok arah Plengkung Nirbaya dari timur, selatan dan barat. “Sehingga kami harapkan masyarakat yang menggunakan jalan di sekitar Plengkung Gading bisa menyesuaikan,” ungkapnya.
Adapun kendaraan yang banyak melalui Plengkung Nirbaya adalah motor dan mobil. Bus sebenarnya sudah dilarang melalui jalan ini, namun beberapa kali ada yang melanggar. “Sebenarnya bus sudah dilarang lewat sini, ini yang mempercepat kerusakan-kerusakan di Plengkung Gading,” paparnya.
Pemberlakuan satu arah di Plengkung Nirbaya untuk meminimalisir kerusakan bangunan cagar budaya tersebut. Plengkung Nirbaya saat ini diketahui sudah mengalami beberapa keretakan yang disebabkan oleh getaran akibat banyaknya kendaraan bermotor yang melintasinya.
“Keretakannya ada di bagian dalam. Karena itu ga pakai semen. Campuran gampig dan batu bata. Kerusakan karena getaran kendaraan. Kalau semakin banyak yang lewat mengganggu konstruksi. Karena dulu waktu dibangun tidak difungsikan untuk dilalui kendaraan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deputi Kemenko Ronny Hutahayan apresiasi Kampung Lampion Kotabaru sebagai model nasional. 38 rumah Rp1,5 miliar swakelola, jalan 3-4m akses ambulans.
Ariana Grande mengejutkan penggemar setelah memutuskan mengurangi aktivitas publik di tengah kesuksesan album Petal yang menempati posisi pertama Billboard 200.
Kemendikdasmen membuka Beasiswa BPI GTK 2026 bagi guru, calon guru, dan tenaga kependidikan. Simak syarat, jadwal pendaftaran, komponen bantuan, dan cara mendaf
Persib Bandung dipastikan berada di Pot 4 ACL Two 2026/2027 setelah Gangwon FC dan Adelaide United gagal lolos ke ACL Elite. Maung Bandung kini menunggu drawing
Flashdisk bekas menyimpan jejak digital yang bisa dipulihkan. Pelajari cara format aman di Windows dan Mac, serta kapan harus menghancurkan fisik perangkat sebe
Dompet Dhuafa melalui Disaster Management Center (DMC) bersama Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Jawa Timur mengerahkan tim respons untuk mendukung operasi pemadam