Festival Jeron Beteng Jogja, Ada Layang-Layang hingga Pawai Ogoh-Ogoh
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
Ilustrasi buka puasa - Google
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja mengingatkan masyarakat untuk senantiasa menjaga asupan cairan tubuh. Sebab, kondisi tubuh yang sedang berpuasa rawan untuk terjadinya dehidrasi.
Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani menyebut dehidrasi menjadi satu dari berbagai penyakit lainnya yang bisa terjadi saat tubuh berpuasa. Potensi penyakit lainnya adalah Ispa dan penyakit-penyakit tidak menular seperti hipertensi dan kolesterol. Emma mengatakan penting bagi masyarakat untuk memperhatikan asupan cairan tubuh. Idealnya, dalam satu hari setidaknya bisa mengonsumsi 8 gelar air putih.
BACA JUGA : Tetap Bugar Saat Berpuasa, Ini Tips dan Makanan yang Direkomendasikan
“Delapan gelas itu bisa diatur karena kan jam makannya berubah. Harapannya bisa diatur sehingga kecukupan cairan bisa terpenuhi,” ujarnya saat ditemui belum lama ini.
Di sisi lain, dia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Baik saat sahur ataupun buka puasa. Dia menyebut, kerap kali masyarakat tak memperhatikan pola makan sekaligus asupan makanan. Pada saat buka puasa juga biasanya diawali dengan mengonsumsi minuman manis dan gorengan.
Kondisi ini tak dianjurkan lantaran bisa membuat lonjakan gula darah dalam tubuh. Belum lagi, kini berbagai penyakit tak menular seperti diabetes mellitus mulai banyak diderita oleh anak-anak muda.
“Dulu mungkin tidak ada umur 30 tahun cuci darah, sekarang umur 20 saja ada karena pola hidupnya. Apalagi banyaknya makanan-makanan yang tersedia, makanan cepat saji, tinggi gula, garam ini potensi menyebabkan penyakit tidak menular semakin banyak,” ungkapnya.
BACA JUGA : Hindari Makanan Ini saat Buka Puasa agar Kesehatan Tetap Terjaga
Tak hanya saat puasa, Emma mengimbau masyarakat untuk mengontrol pola makan saat hari raya. Biasanya, pada momentum hari raya akan banyak disajikan makanan yang tinggi kandungan santan yang berlemak dan makanan ringan tinggi gula. Dia menyarankan masyarakat untuk bisa menyajikan makanan yang lebih sehat.
“Sudah jadi adat kebiasaan kalau hari raya buat opor, Santen-santenan, lemak. Bisa disiasati misalnya masak opor tidak usah pakai santan. Harus bisa membatasi. Sebetulnya itu euforia saat selesai puasa,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event ini merupakan upaya Dispar dalam rangka memperkenalkan destinasi Njeron Benteng sekaligus destinasi wisata Jogja sisi selatan.
OpenAI meluncurkan ChatGPT Finance yang bisa terhubung ke rekening bank dan investasi untuk analisis keuangan personal pengguna.
Ekonom UAJY menilai pelemahan rupiah tetap berdampak ke warga desa dan kritik pernyataan Prabowo soal dolar AS.
KKMP di Kota Jogja sudah produksi ribuan batik ASN dan siapkan 65.000 seragam sekolah meski belum punya gerai permanen.
Apple mulai uji produksi chip iPhone dan Mac di Intel untuk kurangi ketergantungan pada TSMC di tengah tekanan AI dan geopolitik
Tech3 resmi perpanjang kontrak jangka panjang dengan KTM demi hadapi regulasi baru MotoGP 2027. Tetap dapat pasokan motor spesifikasi pabrikan.