Perpusda Baru Sleman Masih Menunggu Lampu Hijau Anggaran
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Proses pengolahan sampah di TPST Tamanmartani di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. – Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana membangun satu tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Kapanewon Moyudan, Sleman. Hanya, belum ada kepastian waktu pembangunan TPST tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Susmiarto, mengatakan rencana pembangunan TPST di Moyudan masih menunggu operasional TPST Donokerto. TPST yang berada di Kapanewon Turi ini masih dalam proses pengadaan peralatan pengolahan sampah, sehingga belum beroperasi.
“Menurut saya memang perlu lagi membangun satu TPST. Tapi perhitungan persisnya DLH yang tahu,” kata Susmiarto ditemui di Pendopo Parasamya, Tridadi, Rabu (12/3/2025).
Susmiarto juga menyampaikan bahwa Gubernur DIY mendorong kabupaten/ kota untuk bekerja sama dalam pengelolaan dan pengolahan sampah guna mendukung DIY bersih. Kabupaten Bantul yang baru saja membuka Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran juga membuka ruang untuk kerja sama pengolahan sampah.
Ihwal potensi kerja sama ini, dia mengaku belum dapat menyampaikan banyak hal. ITF Bawuran juga belum memiliki perhitungan rinci tonase sampah masuk hingga tarif yang akan dibebankan kepada kabupaten/ kota.
“Belum tahu kami kapasitas ITF Bawuran dan timbulan sampah masuk ITF. Seumpama kapasitas 50 ton sampah residu per hari, lalu Bantul menyumbang 30 ton, berarti ada sisa 20 ton. Harapannya kuota sisa dapat diberikan ke kabupaten/ kota yang butuh. Ada tarif juga tentunya,” katanya.
BACA JUGA: Balai Ternak Lumbung Berkah Senilai Rp600 Juta Diresmikan di Sleman
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Ephipana Kristiyani, mengatakan Pemkab Sleman terbuka terhadap bantuan yang diberikan, termasuk dari ITF Bawuran, dalam mengelola sampah.
“Kalau kami mau dibantu, ya mau-mau saja. Tapi kalau kami diminta untuk mencontoh mereka [mendirikan ITF] ya kami kaji dulu lah,” kata Ephipana.
Sebelumnya, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, meminta DLH agar menjalin kerja sama dengan pihak swasta dalam mengelola dan mengolah sampah. Dia juga memiliki gagasan menjual hasil pengolahan sampah di Sleman.
Hasil penjualan tersebut dapat digunakan untuk menambah insentif petugas pengangkut sampah, selain juga menambah pendapatan asli daerah (PAD).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman masih mengupayakan pembangunan gedung baru Perpusda masuk APBD 2027. Proyek sekitar Rp30 miliar itu menunggu kepastian anggaran.
Wapres Gibran bertemu Hun Many membahas reformasi birokrasi, olahraga, serta penanganan TPPO terkait penipuan daring.
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi FLPP pada 2026 tercapai. Realisasi hingga Juli telah melampaui 111.000 unit.
Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng BRI BO Wates mengedukasi warga Giripeni, Kulonprogo, agar memanfaatkan KUR dan KPP serta menghindari pinjol ilegal.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.