Antisipasi Macet Dampak Jalan Tol: Sleman Siapkan Trans Sembada, Ini Jalurnya
Trans Sembada Sleman disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan akibat perubahan mobilitas setelah jalan tol beroperasi.
Proses pengolahan sampah di TPST Tamanmartani di Kalurahan Tamanmartani, Kalasan. – Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, SLEMAN--Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berencana membangun satu tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) di Kapanewon Moyudan, Sleman. Hanya, belum ada kepastian waktu pembangunan TPST tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman, Susmiarto, mengatakan rencana pembangunan TPST di Moyudan masih menunggu operasional TPST Donokerto. TPST yang berada di Kapanewon Turi ini masih dalam proses pengadaan peralatan pengolahan sampah, sehingga belum beroperasi.
“Menurut saya memang perlu lagi membangun satu TPST. Tapi perhitungan persisnya DLH yang tahu,” kata Susmiarto ditemui di Pendopo Parasamya, Tridadi, Rabu (12/3/2025).
Susmiarto juga menyampaikan bahwa Gubernur DIY mendorong kabupaten/ kota untuk bekerja sama dalam pengelolaan dan pengolahan sampah guna mendukung DIY bersih. Kabupaten Bantul yang baru saja membuka Intermediate Treatment Facility (ITF) Bawuran juga membuka ruang untuk kerja sama pengolahan sampah.
Ihwal potensi kerja sama ini, dia mengaku belum dapat menyampaikan banyak hal. ITF Bawuran juga belum memiliki perhitungan rinci tonase sampah masuk hingga tarif yang akan dibebankan kepada kabupaten/ kota.
“Belum tahu kami kapasitas ITF Bawuran dan timbulan sampah masuk ITF. Seumpama kapasitas 50 ton sampah residu per hari, lalu Bantul menyumbang 30 ton, berarti ada sisa 20 ton. Harapannya kuota sisa dapat diberikan ke kabupaten/ kota yang butuh. Ada tarif juga tentunya,” katanya.
BACA JUGA: Balai Ternak Lumbung Berkah Senilai Rp600 Juta Diresmikan di Sleman
Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman, Ephipana Kristiyani, mengatakan Pemkab Sleman terbuka terhadap bantuan yang diberikan, termasuk dari ITF Bawuran, dalam mengelola sampah.
“Kalau kami mau dibantu, ya mau-mau saja. Tapi kalau kami diminta untuk mencontoh mereka [mendirikan ITF] ya kami kaji dulu lah,” kata Ephipana.
Sebelumnya, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, meminta DLH agar menjalin kerja sama dengan pihak swasta dalam mengelola dan mengolah sampah. Dia juga memiliki gagasan menjual hasil pengolahan sampah di Sleman.
Hasil penjualan tersebut dapat digunakan untuk menambah insentif petugas pengangkut sampah, selain juga menambah pendapatan asli daerah (PAD).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Trans Sembada Sleman disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan akibat perubahan mobilitas setelah jalan tol beroperasi.
Asap kebakaran Gunung Bromo mulai terbatas dan api terkendali. Petugas gabungan tetap siaga karena masih ditemukan sisa bara.
Nglanggeran didorong menjadi model desa wisata nasional setelah meraih Best Tourism Village Award 2021 dari UN Tourism.
Kapal Virgo Transport 8 membawa 243 orang dan hilang kontak di Laut Jawa. Sebanyak 103 orang dievakuasi, enam meninggal dan 140 masih dicari.
Tol Jogja-Solo ruas Purwomartani-Maguwoharjo mulai menyentuh Ring Road Utara. Separator 1,5 km dibongkar untuk struktur tol elevated.
367.064 penerima bansos Jateng terindikasi judol. Sebanyak 12.226 warga menjalani proses sanggah dan data masih terus diperbarui.