Wakil Ketua DPRD DIY Soroti Literasi di Tengah Banjir Informasi
Bedah buku Pariwisata Kontemporer Indonesia di Jogja membahas perkembangan pariwisata, literasi digital, inovasi, dan tantangan industri di era teknologi.
Atlet gateball Kota Jogja bersama jajaran Harian Jogja menggelar audiensi dengan Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan di Balai Kota Jogja, Kamis (13/3/2025) - Harian Jogja/ Alfi Annissa Karin
Harianjogja.com, JOGJA—Atlet Gateball Kontingen Kota Jogja terus mempersiapkan diri untuk berkompetisi pada ajang Porda 2025 yang akan digelar pada September 2025 mendatang.
Ketua Sukma Gateball Club yang juga penggerak olahraga Gateball di Kota Jogja, Menot Harmani mengatakan nantinya akan ada 24 atlet gateball yang akan berlaga pada ajang Porda 2025.
Seluruhnya mewakili 11 nomor kelas pertandingan. Seluruhnya berusia di bawah 50 tahun. Menot mengatakan sejumlah persiapan terus dilakukan. Di antaranya latihan rutin yang digelar empat kali dalam satu pekan.
"Latihan rutin biasanya dilaksanakan di lapangan Balai Kota. Namun, menjelang Porda latihan dipusatkan di Lapangan SKB Sorowajan," ujar Menot saat ditemui, Kamis (13/3/2025).
Menot menyebut olahraga gateball sudah sejak 2017 mengikuti kompetisi Porda. Berbagai prestasi juga sudah sempat diraih, termasuk membawa pulang medali emas.
BACA JUGA: Pemkab Bantul Temukan Minyakita Tak Sesuai Takaran di 40 Titik
Dia mengatakan ada sejumlah tantangan tersendiri yang ada pada olahraga gateball. Bola yang digunakan layaknya bola biliard, pemukul seperti pemukul bola golf, lalu strategi permainan dijalankan layaknya permainan catur.
"Selain memerlukan kekuatan fisik, olahraga gateball juga harus dimainkan dengan tingkat konsentrasi dan fokus yang tinggi," katanya.
Menot mewakili atlet gateball di Kota Jogja turut memperkenalkan olahraga ini kepada jajaran Pemkot Jogja yang diwakili oleh Wakil Wali Kota Jogja, Wawan Harmawan. Wawan turut menyambut baik dan siap mendukung berbagai gelaran olahraga di Kota Jogja.
"Kami akan memberikan dukungan. Akan ada Wali Kota Cup untuk olahraga yang lain karena gelaran olahraga akan turut memutar roda perekonomian di Kota Jogja," ungkapnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bedah buku Pariwisata Kontemporer Indonesia di Jogja membahas perkembangan pariwisata, literasi digital, inovasi, dan tantangan industri di era teknologi.
Polresta Jogja menyatakan dugaan pungli dan pemerasan terhadap Bolosego di Alkid tak memenuhi unsur pidana setelah memeriksa 17 orang.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.
Tiga pos Damkar Sleman sudah berdiri, tetapi Pos Damkar Prambanan belum beroperasi karena terkendala SDM dan sarana prasarana.
Veda Ega Pratama menempati posisi kedelapan sesi latihan Moto3 Jepang di Sirkuit Motegi dengan catatan waktu 1 menit 55,597 detik.