Revitalisasi 131 Sekolah Gunungkidul, DPRD Ingatkan Kualitas Bangunan
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Kondisi terkini area pembangunan kawasan parkir Nglanggeran tahap kedua yang berhenti karena rekanan diputus kontrak, foto diambil 27 Februari 2025/ Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan kawasan parkir wisata Nglanggeran tahap dua di Kapanewon Patuk tidak berjalan dengan lancar. pasalnya, rekanan yang mengerjakan diputus kontrak sehingga pembangunan tidak bisa terselesaikan hingga sekarang.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana mengatakan, pembangunan kawasan parkir Nglanggeran dilaksanakan di 2024 dengan alokasi anggaran Rp5 miliar. Meski demikian, proses tidak berjalan dengan lancar karena rekanan yang mengerjakan belum dapat menyelesaikan pengerjaan sesuai dengan tanggung jawabnya.
“Dilakukan pemutusan kontrak terhadap rekanan yang bersangkutan,” kata Windu, Minggu (16/3/2025).
Akibat pemutusan kontrak ini, maka proses pembangunan kawasan parkir tidak selesai sesuai yang diharapkan. Menurut dia, anggaran pembangunan dengan memanfaatkan alokasi dari Dana Keistimewaan yang dikucurkan oleh Pemerintah DIY.
Oleh karena itu, pihaknya belum dapat memastikan kapan proyek ini bisa dilanjutkan kembali. Windu berdalih, bahwa kelanjutan pembangunanya masih dibahas di Paniradya Keistimewaan yang menggurusi Danais milik Pemerintah DIY.
“Jadi kami belum bisa sampaikan perkembangan untuk kelanjutan pembangunannya,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kalurahan Nglanggeran, Patuk berharap proses pembangunan kawasan parkir terpadu Nglanggeran bisa diselesaikan. Hal ini tak lepas macetnya pembangunan tahap kedua yang berlangsung di 2024 lalu.
Lurah Nglanggeran, Widada mengatakan, ada harapan dari warga agar pembangunan kawasan Parkir Nglanggeran bisa diselesaikan. Meski tidak tahu secara detail permasalahan penghentian pengerjaan, namun dari yang beredar ada pemutusan kontrak dengan rekanan yang melaksanakan pembangunan tahap kedua.
“Harapannya bisa dilanjutkan agar tidak jadi bangunan yang mangkrak,” kata Widada.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mendukung revitalisasi 131 sekolah pada 2026. Dewan meminta kualitas bangunan dijaga dan mendorong penggunaan kayu jati warga.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.
Menyusuri kawasan dalam benteng sambil mengayuh sepeda menjadi cara yang dipilih dalam Amazing Race bertajuk “Ngepit Jeron Benteng” pada Jogja World Heritage
Sebanyak 92.055 warga Gunungkidul terdampak kekeringan. Kapanewon Tepus menjadi wilayah terparah dengan 24.875 jiwa mengalami krisis air.
Disdag Jogja menggelar Gemati di 22 pasar selama Oktober 2026. Belanja minimal Rp20.000 berpeluang mendapat smartphone hingga sepeda.