Riparkap Sleman Disusun, Jadi Acuan Pariwisata 20 Tahun
Riparkap Sleman disiapkan menjadi acuan pengembangan pariwisata selama 20 tahun, dengan evaluasi dan penyesuaian setiap lima tahun.
Ilustrasi UMKM - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Gerai Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Mal Pelayanan Publik, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Sleman baru saja diluncurkan pada awal 2025. Belum ada tiga bulan, transaksi penjualan di Gerai UMKM tersebut mencapai jutaan rupiah.
Koordinator Gerai UMKM Sleman, Antonius Harpanto, mengatakan transaksi penjualan produk UMKM sejak Januari terus meningkat. Pada Januari, nilai transaksi mencapai Rp1,5 juta, lalu Februari mencapai Rp1,7 juta, dan pertengahan Maret 2025 mencapai lebih dari Rp3 juta.
“Padahal bulan puasa tapi meningkat penjualan kami. Maret juga masih setengah jalan. Pembeli yang mampir itu mayoritas memang dari pengunjung yang sedang mengurus perizinan,” kata Harpanto ditemui di Gerai UMKM, Senin (17/3/2025).
BACA JUGA: MPP Sleman Siap Beri Pelayanan Prima
Harpanto mengaku produk UMKM yang dijual di gerai tersebut hanya yang berwujud makanan kering. Khusus produk basah seperti minuman, penjualannya dilakukan melalui cafetaria di MPP tersebut.
Penjualan produk UMKM di Gerai UMKM juga mengikuti skema pembagian empat zona. Produk yang saat ini sedang dipamerkan dan dijual merupakan produk dari zona empat yang mencakup, beberapa di antaranya, Godean, Seyegan, Minggir, Moyudan, dan Gamping.
“Dari awal ada pengundian atau lotre. Zona empat dapat giliran pertama. Setelah itu, zona satu dapat giliran, lanjut zona tiga, terus zona dua. Pergantiannya tiga tiga bulan sekali. Tahun depan juga mengundi lagi,” katanya.
Jumlah produk dari zona empat ada sekitar 50 produk dengan rata-rata per kapanewon memberikan sepuluh produk. Sebelum menjual di Gerai UMKM, ada tim di tiap kapanewon yang melakukan kurasi. Kurasi ini mencakup perizinan atau legalitas produk.
Harpanto mengaku dia mengelola gerai tersebut bersama dua admin setiap harinya. Sebelum menjadi pengelola gerai, dia merupakan salah satu anggota tim pemasaran produk UMKM di Kapanewon Moyudan.
“Saya juga menjual produk saya di sini. Produk-produk di sini juga kemarin kami bawa ke Pasar Lebaran di dekat Lapangan Pemda Sleman. Terjual juga beberapa produk, nilainya ratusan ribu lah,” ucapnya.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Sleman, Tina Hastani, mengatakan pasar lebaran yang diikuti 143 UMKM, dua koperasi, lima UMKM binaan pemangku kepentingan, sebelas asosiasi, enam BUMN/ BUMD, dan tujuh sponsorship tersebut berhasil mencatatkan omzet Rp150 juta. Omzet tersebut meningkat lebih dari Rp30 juta dari gelaran yang sama pada 2024.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Riparkap Sleman disiapkan menjadi acuan pengembangan pariwisata selama 20 tahun, dengan evaluasi dan penyesuaian setiap lima tahun.
Shin Tae-yong mengakui Persija tak leluasa berlatih organisasi permainan karena lima pemain membela Timnas. Persija akan melawan PSIM di Bantul.
Meta melarang iklan ByteDance di Facebook dan Instagram di Indonesia serta enam negara lain. Kebijakan ini memperuncing persaingan dengan TikTok.
Anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun hingga September 2026 dengan 57 juta penerima. Pemerintah memperketat standar higiene dan ketepatan sasaran.
Kabut asap membuat kualitas udara Singapura masuk kategori tidak sehat menjelang F1 2026. Balapan tetap dijadwalkan, masker N95 disiapkan.
Ijazah Paket C setara SMA dan bisa digunakan untuk kuliah. Ketahui jalur seleksi, syarat kampus, dan aturan SNBT yang perlu diperhatikan.