Kebakaran Lahan Melonjak di Bantul Petugas Temukan Pola Berulang
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Personel gabungan TNI dan Polri saat membersihkan lumpur sisa banjir yang melanda wilayah Tilaman, Wukirsari, Imogiri Bantul pada Sabtu (29/3/2025) Dok. Ist
Harianjogja.com, WONOSARI-Banjir yang melanda wilayah Bantul, Gunungkidul, dan sebagian Kulonprogo sejak Jumat (28/3/2025) kemarin dilaporkan mulai berangsur surut pada Sabtu (29/3/2025) pagi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Noviar Rahmad, mengatakan, mayoritas warga yang sempat mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing. "Untuk banjirnya, rata-rata hari ini sudah surut semua. Kemarin malam masih banyak yang mengungsi, tetapi sekarang mereka sudah kembali," ujar Noviar, Sabtu (29/3/2025).
Banjir yang terjadi di tiga kabupaten tersebut paling parah melanda wilayah Bantul, khususnya di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri. Tercatat tujuh kapanewon di Bantul dan tujuh kapanewon di Gunungkidul terdampak cukup signifikan, sementara di Kulonprogo terdapat tiga kapanewon yang juga mengalami banjir.
Noviar menjelaskan banjir ini disebabkan oleh luapan sungai akibat tingginya curah hujan sejak siang hingga malam hari sebelumnya. "Aliran air ini berasal dari hulu di Gunung Merapi. Hujan deras menyebabkan debit air meningkat dan tidak tertampung di sungai-sungai seperti Kali Celeng dan Kali Opak," katanya.
Meski banjir telah mereda, proses pembersihan lumpur di permukiman warga masih terus dilakukan. BPBD DIY bersama personel gabungan dari TNI, Polri, sukarelawan, dan Dinas Sosial telah turun ke lapangan untuk membantu pemulihan pasca-banjir. "Sekarang warga fokus membersihkan sisa lumpur. Dari kemarin, tim gabungan sudah turun untuk membantu," ungkapnya.
Terkait dengan korban jiwa, Noviar memastikan tidak ada korban akibat banjir ini. Namun, terdapat tiga warga yang harus menjalani perawatan di rumah sakit. "Tapi itu bukan karena bencananya, memang sudah sakit duluan jadi dipindahkan ke rumah sakit agar lebih nyaman," jelasnya.
Di sisi lain, BPBD DIY menyebut tidak memiliki rencana intervensi khusus untuk mencegah kejadian serupa, mengingat banjir kali ini merupakan banjir kiriman dari hulu. Namun, pihaknya akan terus memantau kondisi cuaca dan melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna meminimalisir dampak bencana di masa mendatang.
Selain itu, dalam tanggap darurat, Dinas Sosial telah mendirikan dapur umum di beberapa lokasi untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak, terutama untuk sahur bagi mereka yang menjalankan ibadah puasa. "Semalam kebutuhan yang paling mendesak itu logistik untuk sahur tapi sekarang sudah terpenuhi berkat dapur umum yang didirikan Dinas Sosial Bantul," ujar Noviar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan di Bantul meningkat selama musim kemarau 2026. BPBD mencatat pembakaran sampah dan lahan masih menjadi penyebab utama.
Polisi menetapkan lima tersangka pengeroyokan terduga pencuri ayam di Tabanan, Bali. Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi menetapkan tersangka baru.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.