Ada 1.000 Lebih Cagar Budaya di DIY, Perawatan Masih Jadi Tantangan
Lebih dari 1.000 cagar budaya telah ditetapkan di DIY. Perawatan bangunan milik masyarakat masih menghadapi kendala biaya dan kewenangan.
Sate Klathak./Istockphoto\r\n
Harianjogja.com, BANTUL—Selama libur Lebaran, Sate Klathak Pak Pong kebanjiran pesanan. Meski begitu, pemilik Sate Klathak Pak Pong, Zakiron mengaku telah menyiapkan ketersediaan daging kambing jauh-jauh hari.
Zakiron mengaku selama libur Lebaran kali ini, dia menyiapkan 1.500 porsi olahan daging kambing. Pada lebaran kali ini, tempat makannya kebajiran pesanan. "Kenaikan mencapai 50 persen," katanya, Minggu (6/4/2025).
Dia mengaku kenaikan omzet tersebut terjadi di seluruh gerai Sate Klathak Pak Pong. Saat ini, Sate Klathak Pak Pong memiliki tiga gerai, yaitu dua gerai di Wonokromo, Pleret dan satu di Timbulharjo, Sewon. "Tapi yang paling ramai yang di pusat, di Jejeran," katanya.
Daging kambing di tempatnya diolah dengan berbagai variasi antara lain sate klatak, sate kecap, tengkleng, gulai babat, kronyos goreng, dan nasi goreng. Dari berbagi macam olahan tersebut, sate klatak dan kronyos goreng yang menjadi favorit wisatawan.
Dia mengaku telah menyiapkan stok daging kambing jauh-jauh hari sebelum libur Lebaran. Saat hari biasa, Zakiron hanya menyiapkan 30 ekor kambing, namun saat libur Lebaran disiapkan 50-60 ekor kambing.
Bahan baku daging kambing pun tidak sulit didapat, hal itu lantaran penyedia daging kambing dari Temanggung telah menyanggupi untuk meningkatkan pengiriman daging kambing ke tempatnya. Menurutnya hampir setiap libur Lebaran terjadi kenaikan pesanan di Sate Klathak Pak Pong.
"Mayoritas yang ke sini wisatawan, ada juga orang mudik," katanya.
Salah satu pengunjung Sate Klathak Pak Pong, Dimas, 28, warga Kota Jogja, mengaku selama ini sudah puluhan kali berkunjung ke Sate Klathak Pak Pong. Dia mengaku menyukai rasa sate klatak yang diracik di sana. Menurutnya, rasa daging kambing bakar dan kuah klatak yang khas menjadi daya tarik tersendiri. "Kalau pengen sate klatak selalu ke sini," katanya.
BACA JUGA: Libur Iduladha, Warung Satai Klathak di Jogja Ini Diserbu Wisatawan
Selain rasanya yang otentik, alasan dirinya selalu menyambangi Sate Klathak Pak Pong adalah karena keluarga dan rekannya juga selalu mengajaknya ke sana. Apalagi, warung sate legendaris tersebut telah memiliki tiga cabang, sehingga membuat Dimas makin memiliki opsi jika cabang pertama sedang penuh.
"Meskipun kalau pas lagi ramai nunggunya agak lama, tapi tetap ke sini karena rasanya nagih dan sudah langganan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lebih dari 1.000 cagar budaya telah ditetapkan di DIY. Perawatan bangunan milik masyarakat masih menghadapi kendala biaya dan kewenangan.
BMKG menegaskan tangkapan layar akun @infobmkg yang beredar di media sosial merupakan hasil rekayasa dan memicu kesalahpahaman.
Harga masker tertekan setelah erupsi Anak Krakatau. Stok ritel menipis, tetapi kapasitas produksi dalam negeri masih sangat longgar.
Penumpang KA Bandara YIA PSO mencapai 1,23 juta orang hingga Agustus 2026, naik 2,97% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Tim SAR masih mendalami temuan pelampung di wilayah Gunung Anak Krakatau yang diduga berkaitan dengan lima jurnalis hilang kontak.
UMKM Bantul, Injapan Corporation, telah delapan kali mengirim cabai beku ke Jepang dengan akumulasi transaksi mendekati Rp1 miliar.