6 Anak di Sleman Terpapar Radikalisme, Kesbangpol Lakukan Asesmen
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Petugas Balai TNGM sedang meminta keterangan kepada puluhan orang yang mendaki Gunung Merapi secara ilegal di Boyolali Jawa Tengah, Minggu (13/4/2025)./ Istimewa/ Balai TNGM
Harianjogja.com, BOYOLALI—Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) kembali mendapat laporan pendaki ilegal Gunung Merapi, Minggu (13/4/2025). Kali ini, terdapat 20 pendaki ilegal yang telah diamankan oleh Petuga Balai TNGM bersama aparat Kepolisian Sektor Selo Kabupaten Boyolali.
Kepala BTNGM, Muhammad Wahyudi, mengatakan para pendaki tersebut ada yang masih pelajar, mahasiswa, dan telah bekerja.
Saat ini Polsek Selo dan BTNGM masih sedang melakukan pemeriksaan.
"Mereka kaget dan tidak menyangka ketika turun dari atas gunung, sudah ditunggu petugas. Kendaraan mereka sudah diamankan lebih dulu," kata Wahyudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kesbangpol Sleman mengasesmen enam anak yang terpapar radikalisme hingga 14 hari untuk mengetahui tingkat keterpaparan dan menentukan penanganan yang tepat.
Kondisi siswa SMPN 6 Boyolali membaik setelah dugaan keracunan MBG. Sebanyak 26 siswa yang sempat absen kini kembali sekolah.
PPPK tidak otomatis menjadi PNS pada 2027. Guru PPPK memiliki jalur berbeda, dari paruh waktu ke penuh waktu hingga seleksi CPNS.
Suporter PSIM Jogja Brajamusti Rantau menyerahkan ambulans untuk Bala Mataram Rescue sebagai wujud dukungan bagi kemanusiaan.
Prabowo mengancam mencabut izin perusahaan yang tak memenuhi kewajiban pencegahan karhutla, termasuk lima perusahaan sawit.
Kemenhub menerbitkan 35 izin pesawat registrasi asing dari delapan negara untuk memperkuat penanganan karhutla di Indonesia.