Vaksinasi Rabies Gratis di Sleman Sediakan 300 Kuota, Ini Syaratnya
Vaksinasi rabies gratis di Sleman menyediakan 300 kuota pada 30 September 2026. Cek syarat, lokasi, jadwal, dan cara pendaftaran.
Hukum- ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman memanggil Bupati Sleman, Harda Kiswaya, untuk meminta keterangan terkait dengan dugaan korupsi hibah pariwisata.
Harda datang sebagai mantan ketua pembina dalam struktur tim pelaksana kegiatan hibah pariwisata ketika itu.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman, Bambang Yunianto, mengatakan pemanggilan Harda Kiswaya dilakukan pada Selasa (15/4/2025). Selama kurang lebih 2,5 jam, Kejari menanyakan bermacam hal.
“Kasus ini memang sudah bergulir hingga pergantian tiga Kepala Kejari. Prinsipnya setiap kasus ada topologi atau karakteristik masing-masing. Pihak-pihak yang perlu kita mintai keterangan perlu lengkap,” kata Bambang ditemui di kantornya, Rabu (16/4/2025).
Bambang menambahkan sudah ada 362 saksi. Harda Kiswaya menjadi salah satunya. Dari keterangan para saksi, Bambang belum dapat menyampaikan hasil atau kesimpulan. Dia mengaku proses penyidikan tidak dapat dilakukan terburu-buru.
Kasus tersebut naik ke tahap penyidikan pada April 2023. Hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga telah keluar. Dana hibah yang diselidiki Kejari nilainya sekitar Rp10 miliar. Bambang meminta agar masyarakat bersabar dan menunggu proses penyidikan.
Sebagaimana diketahui, dugaan kasus korupsi tersebut terjadi terhadap distribusi dana hibah pariwisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) kepada pelaku wisata di Sleman pada Tahun Anggaran 2020.
BACA JUGA: Bupati Bantul Minta Para Lurah dan Pamong Jadi Anggota Koperasi Merah Putih
Hibah itu merupakan wujud nyata bantuan Pemerintah kepada sejumlah pelaku wisata yang terdampak pandemi Covid-19, khususnya di sektor pariwisata.
Hibah ini memiliki nilai pagu sebesar Rp68,5 miliar. Dari pagu itu, nilai yang ditransfer Kemenparekraf ke Pemkab Sleman sebesar Rp49,7 miliar. Dana yang diselidiki Kejari nilainya mencapai Rp10 miliar.
“Hal yang biasa. Kapasitas Pak Harda sebagai ketua tim ketika itu. Kami minta keterangan untuk mendukung pembuktian,” katanya.
Di lain pihak, Harda Kiswaya membenarkan bahwa dia baru saja dipanggil Kejari Sleman untuk memberikan sejumlah keterangan. Dia tidak menyampaikan jenis pertanyaan yang ditanyakan Kejari. Namun, pemeriksaan berjalan sekitar 2,5 jam, mulai pukul 09.00 WIB-11.30 WIB.
“Kami tunggu saja endingnya. Saya berdoa dan berharap pihak yang salah dalam kasus ini perlu bertanggung jawab,” kata Harda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi rabies gratis di Sleman menyediakan 300 kuota pada 30 September 2026. Cek syarat, lokasi, jadwal, dan cara pendaftaran.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.