Kematian Balita Usai CT Scan di RSUD Prambanan Dilaporkan ke Polda DIY
Dugaan kelalaian medis di RSUD Prambanan dilaporkan ke Polda DIY setelah seorang balita meninggal dunia usai menjalani CT Scan dan sedasi.
Ilustrasi mahasiswa/Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Gadjah Mada (UGM) membatalkan satu pendaftar jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang sebelumnya dinyatakan lolos, seusai terungkap adanya perbedaan antara data nasional dengan data rapor.
Keputusan pembatalan calon mahasiswa yang lolos seleksi itu tak serta merta langsung mengeluarkan pendaftar begitu saja, Pihak kampus sebelumnya telah melakukan pengecekan dan klarifikasi ke sekolah terkait perbedaan data ini.
Direktur Pendidikan dan Pengajaran, Profesor Gandes Retno Rahayu menerangkan pengetatan terhadap antisipasi kecurangan tidak hanya dilakukan pada pelaksanaan jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025 tetapi juga pada jalur SNBP.
BACA JUGA: Berikut Ini Link dan Cara Membuka Hasil SNBP 2025
"Saya kira sebenarnya tidak dimulai dari UTBK saja, SNBP kemarin sudah ada [pengetatan]," kata Gandes pada Sabtu (26/4/2025)
Pengetatan ini dilakukan dengan melakukan pengecekan balik antara data nasional dengan rapor sekolah dari para pendaftar. Bila ditemukan adanya ketidakcocokan, maka kampus akan melakukan klarifikasi ke sekolah terkait perbedaan data ini.
"Kami cross-check nilai, dari nilai yang di data nasional dengan nilai real yang dirapor. Kalau ada perbedaan itu kemudian kami klarifikasi dulu ke sekolah, FGD dengan kepala sekolah memastikan," ucapya.
Hasilnya dari serangkaian pengecekan yang dilakukan UGM, ada satu pendaftar yang mempunyai data yang tidak sinkron antara data nasional dengan data rapor.
"Dan ternyata setelah sekian kami klarifikasi ada satu yang memang ada perbedaan sangat signifikan antara data yang diunggah di nasional dengan data real, itu kita out-kan [dibatalkan kelolosannya]," ucapnya.
Meski sudah sempat diterima, kampus pun secara tegas mengeluarkan pendaftar tersebut dari daftar calon mahasiswa diterima
"SNBP satu [dikeluarkan], sekarang baru kami laporkan. Karena memang nasional juga begitu, kalau memang sudah terbukti ada kecurangan maka memang seperti itu [dikeluarkan]," ujarnya.
Pada penyelenggaraan UTBK, kampus juga akan berlaku sama. Bila ada indikasi kecurangan, investigasi akan pun dilakukan. "Bila betul-betul terbukti, tidak langsung ya, kami investigasi dulu maka out," ungkapnya.
BACA JUGA: 4 Hal yang Wajib Diperhatikan, Sebelum Cek Seleksi SNBP 2025 Sore Ini
Bahkan secara nasional Gandes menjelaskan aturan sanksi kepada pelaku kecurangan saat ujian UTBK-SNBT sudah jelas menyatakan pelaku kecurangan akan di-banned.
"UTBK kemarin konferensi pers dari Panitia Pusat sudah clear bahwa nanti ada kecurangan-kecurangan ini maka dia akan di-banned tidak bisa mendatar," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dugaan kelalaian medis di RSUD Prambanan dilaporkan ke Polda DIY setelah seorang balita meninggal dunia usai menjalani CT Scan dan sedasi.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam menjadi Rp2,822 juta per gram, UBS Rp2,703 juta, dan Galeri24 Rp2,690 juta.
Ular sanca sepanjang 3 meter ditemukan di Banguntapan, Bantul. BPBD Bantul mengevakuasi reptil tersebut setelah laporan warga.
Warga Keparakan dilatih mengolah limbah dapur menjadi deterjen ecoenzym ramah lingkungan yang berpotensi menjadi sumber pendapatan baru.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Rabu 10Juni 2026. Tarif hanya Rp12.000 dengan keberangkatan sejak pagi hingga sore.
Polisi menangkap penghubung pelaku pembacokan Kotabaru yang membantu pelarian ke Cilacap. Tersangka diketahui kerap berpindah persembunyian.