DPRD DIY Tinjau Groundsill Srandakan, Target Rampung 2026
Proyek groundsill Srandakan di Sungai Progo capai 77 persen, DPRD DIY dorong percepatan saat musim kemarau.
Warga mengantri mengambil dana Program Keluarga Harapan (PKH). /Bisnis-Paulus Tandi Bone
Harianjogja.com, KULONPROGO—Bantuan sosial (Bansos) program keluarga harapan (PKH) Kementerian Sosial (Kemensos) di di Kulonprogo sudah disalurkan ke penerima. Untuk semester dua, pencairan PKH saat ini masih sedang berproses.
BACA JUGA: Setiap Pendamping PKH di Kulonprogo Ditarget Graduasi 10 KPM
Kepala Seksi Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kulonprogo, Ika Dwi Wahyuning Kusumastuti menyatakan, penyalurannya dari Kemensos langsung mengambil data dari jawatannya. Untuk penerima PKH ditentukan berdasarkan desil satu hingga desil empat yang juga ditentukan Kemensos.
"Semester satu sudah sedangkan semester dua masih proses. Penentuan seseorang masuk desil satu sampai empat ditentukan melalui BPS," katanya, Minggu (29/6/2025).
Adapun Bansos PKH berupa uang tunai yang besarannya variatif. Ia mengungkapkan, perbedaan besaran Bansos PKH dibedakan anak SD, SMP, SMA dan lansia. Menurutnya, biasanya kalangan lansia selalu diutamakan mendapatkan pertama dan prioritas.
"Terbaru besaran bansos PKH Rp600 ribu pertriwulan untuk yang lansia," lanjutnya.
Ika Dwi menjelaskan, pendataan penerima bansos PKH bersumber dari data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). Sekarang ini pengajuan data masyarakat yang masuk DTSEN masih ditangguhkan. Penyebabnya, karena ada perubahan dari DTKS menuju DTSEN yang sekarang masih berproses pemadanan data.
"Di DTKS tidak ada pemeringkatan data sosial berbeda dengan DTSEN yang pemeringkatannya ditentukan oleh desil," ungkapnya.
Menurutnya, melalui pendataan baru di DTSEN dengan NIK langsung dapat diketahui seseorang berada di desil berapa. Pemeringkatan ini digunakan untuk pemberian bansos dari Kemensos. Nantinya, aturannya akan dibuat sehingga setiap bansos diberikan sesuai desil yang ditetapkan. Indikator penentuan desil saat ini Dinsos PPPA Kulonprogo belum bisa melakukan.
"Nanti ada pelatihan dulu dari BPS kalau pengajuan penerima bansos biasanya dari musyawarah kalurahan," ucap Ika Dwi. Pendamping PKH juga akan bisa menentukan indikator desil selama sudah mendapat pelatihan dari BPS.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Proyek groundsill Srandakan di Sungai Progo capai 77 persen, DPRD DIY dorong percepatan saat musim kemarau.
IHSG hari ini dibuka melemah ke level 5.884,96 dipicu tekanan saham BBCA, BREN, dan BBRI. Investor masih menanti sentimen ekonomi dan arus modal asing.
Harga cabai rawit merah di PIHPS Nasional mencapai Rp91.650 per kg pada Senin, sementara telur ayam ras dijual Rp29.500 per kg.
SHOW Token mengalokasikan pendanaan US$100 juta untuk industri film Indonesia melalui teknologi blockchain dan memperluas ekosistem ekonomi kreatif.
BPJPH mempercepat sertifikasi halal UMK melalui Program SEHATI untuk memperkuat ekosistem halal nasional dan daya saing wisata halal Indonesia.
KPU Kota Jogja menggelar simulasi pemungutan suara inklusif bagi siswa disabilitas di SLB Negeri Pembina untuk meningkatkan kesiapan menghadapi Pemilu 2029.