Advertisement
Pengesahan Warga Baru PSHT di Sragen, Polisi Amankan 50 Sepeda Motor Brong, Ratusan Tongkat hingga Kembang Api
Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi menggunakan megaphone saat memberikan imbauan kepada massa pengombyong yang memadati jalanan Kota Sragen, Kamis (10/7/2025) dinihari. (Istimewa - Polres Sragen)
Advertisement
Harianjogja.com, SRAGEN —Polisi mengamankan 50 sepeda motor dengan knalpot brong dan sejumlah tongkat hingga kembang api dari kegiatan pengesahan 859 warga (anggota) baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sragen di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen, Rabu (9/7/2025) malam hingga Kamis (10/7/2025) dini hari.
Kapolres Sragen AKBP Petrus Parningotan Silalahi mengungkapkan massa pengombyong diperkirakan mencapai 20.000 orang. Mereka berasal dari wilayah Sragen dan juga dari perbatasan Sragen, seperti dari Karanganyar, Boyolali, Grobogan, dan Ngawi, Jawa Timur.
Advertisement
“Kami menerjunkan 300 personel Polri, dibantu 30 personel TNI, 403 korlap dan 15-20 orang Satpol PP," jelas dia, Kamis (10/7/2025).
BACA JUGA: Polisi Buru Kelompok Misterius Pelaku Penyerangan Pesilat Kartasura
Kapolres menyatakan secara umum pengamanan berlangsung aman dan kondusif. Dia menyatakan dalam konvoi massa itu tetap ditemukan adanya sepeda motor dengan knalpot brong. Dia menyatakan Polres mengamankan sebanyak 50-an sepeda motor dengan knalpot brong.
“Ya, lebih banyak dari pengesahan pertama dari PSHT parluh 17. Kalau di PSHT parluh 16 ini sebutannya Korlap untuk pengamanan internalnya,” ujarnya.
Petrus menyatakan polisi juga menyita kayu, bambu, flare, dan kembang api yang dibawa massa pengombyong itu. Untuk flare dan kembang api, jelas dia, langsung dimusnahkan semalam.
Kemudian kayu dan bambu ini, kata dia, digunakan sebagai tiang bendera perguruan yang dibawa massa. Kapolres sebelumnya sudah melarang supaya tidak membawa barang-barang berbahaya.
“Ada puluhan hampir seratus potong kayu dan bambu yang diamankan. Semua barang itu kami serahkan kepada Korlap. Untuk flare dan kembang api masing-masing satu buah lagsung dimusnahkan dengan cara menyiram dan merendam air sehingga tidak bisa digunakan,” kata dia.
Massa pengombyong mencapai 20.000 orang yang berasal dari wilayah perbatasan Sragen. Polisi mengamankan sebanyak 50-an sepeda motor dengan knalpot brong dan sejumlah tongkat hingga kembang api.
Polres Sragen menerjunkan ratusan personel Polri bersama TNI dan dibantu aparat Satuan Polisi Pamiong Praja (Satpol PP) serta 403 orang anggota Koordiator Lapangan (Korlap). Pola pengamanan yang diterapkan sama dengan pola pengamanan saat pengesahan warga baru sebelumnya.
Pengurus PSHT Cabang Sragen, Joko Waluyo, menyampaikan pengesahan warga baru PSHT Cabang Sragen dipusatkan di Gedung SMS Sragen. Peserta mulai keluar dari Gedung SMS, kata dia, pada Kamis sekitar pukul 03.15 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : espos.id
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penerbangan Singapore Airlines ke Dubai Masih Dibatalkan, Ini Sebabnya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement








