6 Pembalap Indonesia Hadapi Tanjakan Panjang di Asian Games 2026
Enam pembalap Indonesia menghadapi tanjakan panjang dan turunan teknis pada road race Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. ANTARA/Luqman Hakim
Harianjogja.com, JOGJA—Di setiap kelurahan di Kota Jogja bakal ada Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang diterjunkan Pemkot Jogja. Tim ini untuk memperkuat pencegahan stunting dengan menyasar calon pengantin, ibu hamil, hingga bayi di bawah dua tahun (baduta).
"Yang berisiko stunting, bukan hanya baduta saja tapi mencegah sejak dari awal ya dari calon pengantin, berapa yang sehat, anemia, kurang energi kronis (KEK) begitu juga dengan ibu hamil," ujar Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dalam keterangannya di Jogja, Sabtu (12/7/2025).
Hasto menyebut prevalensi stunting di Kota Jogja terus mengalami penurunan, pada tahun 2024 berada di angka 14,8% turun 2% dibandingkan tahun 2023 sebesar 16,8%.
Menurutnya, upaya pencegahan dilakukan melalui deteksi dini dan pendampingan oleh TPK yang bekerja berbasis data nama dan alamat kelompok sasaran.
"Data itu menjadi sangat penting, apalagi untuk stunting ini harus diperbarui secara rutin untuk tahu angka real time berapa dan siapa saja yang berisiko stunting," kata Hasto.
Ia mengatakan Pemkot Jogja juga menggerakkan bidan dalam program satu kampung satu bidan untuk memperkuat pemantauan lapangan.
Karena itu, koordinasi lintas sektor meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Puskesmas, Kemantren, Kelurahan, serta perangkat daerah lainnya perlu diperkuat.
"Termasuk kaitannya dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) tepat sasaran," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan per 7 Juli 2025 terdapat 545 calon pengantin berdomisili di Kota Jogja.
Dari jumlah itu, 518 calon pengantin (catin) masuk kategori sehat, 13 mengalami KEK, 8 anemia, dan 5 lainnya KEK disertai anemia.
"Intervensi untuk 26 catin berisiko dilakukan dengan PMT dan atau tablet tambah darah selama tiga bulan. Perkembangannya dipantau setiap bulan," jelas Emma.
Sekretaris DP3AP2KB Kota Jogja Sarmin menyampaikan per Juli 2025 terdapat 9 ibu hamil, 443 baduta, dan 161 keluarga baru yang termasuk kategori keluarga berisiko stunting.
"Keluarga berisiko stunting tersebut diintervensi dengan PMT yang berasal dari dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Dana Keistimewaan (Danais), dan BKKBN," kata Sarmin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Enam pembalap Indonesia menghadapi tanjakan panjang dan turunan teknis pada road race Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
Banjir bandang menerjang Grand Canyon, Arizona, AS. Sebanyak 62 orang dievakuasi dan lebih dari 20 orang masih dicari.
Malioboro ditargetkan full pedestrian November 2026. GIPI DIY meminta Pemda menyiapkan solusi bagi pelaku industri pariwisata.
Prabowo Subianto menerima Kartanu dari PBNU saat penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
Belanja APBN di DIY mencapai Rp11,61 triliun hingga Juli 2026, dengan TKD Rp5,33 triliun dan sejumlah program strategis berjalan.
PSS Sleman memaparkan progres Home Ground Training, akademi usia muda, tata kelola klub hingga kesiapan tim dalam sarasehan bersama BCS dan Slemania jelang Supe