Advertisement
Dinilai Pemkab Bantul, Ini Inovasi Unggulan TP PKK Triharjo
Tim dari TP PKK Kabupaten Bantul mencermati simulasi permainan untuk menyosialisasikan enam strategi Paaredi yang ditampilkan oleh TP PKK Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, Rabu (23/7). - Harian Jogja/Arief Junianto
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—PKK Kalurahan Triharjo, Pandak menjadi salah satu dari enam PKK kalurahan di Bantul yang ditunjuk mewakili Bumi Projotamansari di ajang Lomba 10 Program Pokok PKK Kabupaten Bantul.
Selain Triharjo, TP PKK yang terpilih lainnya adalah TP PKK Guwosari, Pajangan; Wirokerten, Banguntapan; Mulyodadi, Bambanglipuro; Sumberagung, Jetis; dan Pendowoharjo, Sewon.
Advertisement
Dari enam kalurahan itu, nantinya diambil satu kelompok PKK yang paling layak untuk berlomba di tingkat kabupaten. “Dari tingkat kabupaten, nanti kami pilih lagi untuk kemudian dilombakan di tingkat provinsi,” kata Wakil Ketua TP PKK Bantul, Emi Aris Suharyanta saat menilai kesiapan PKK Kalurahan Triharjo di Dusun Jalakan, Kalurahan Triharjo, Rabu (23/7).
Sementara itu, Ketua TP PKK Kalurahan Triharjo, Retno Demawati menjelaskan selama ini telah mengembangkan sejumlah inovasi lewat empat kelompok kerja (pokja) yang menjadi unggulan dari Triharjo.
Beberapa di antaranya adalah penyosialiasian enam tema utama dalam program Pola Asuh Orang Tua pada Anak di Era Digital (Paaredi) dengan menggunakan metode simulasi permainan.
BACA JUGA: GKR Hemas Dorong TP PKK Berperan Aktif Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga
Adapun keenam tema utama itu, masing-masing adalah Keluarga Indonesia Sejahtera Harmonis (Kisah); Keluarga Indonesia Anti-Trafficking (KIAT); Keluarga Indonesia Lindungi Anak terhadap Kekerasan Seksual (Kilas); Keluarga Indonesia Sehat Anti Narkoba (Krisan); Pembinaan Kesadaran Bela Negara (PKBN); dan Keluarga Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (KISAK).
“Jadi kami menggelar sosialisasi ini dengan sistem permainan. Jadi tidak membosankan dan lebih mengena, karena semua yang hadir terlibat aktif. Selain itu, pihak yang kami libatkan juga sampai ke tingkat Dasa Wisma,” ucap Retno.
Selain itu, imbuh Retno, pihaknya juga mengunggulkan inovasi pada Pokja 3 berkaitan dengan program Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman (Akunya Hati).
Pada pokja ini, Retno mengembangkan budi daya tanaman labu madu yang dilaksanakan di 10 pedukuhan. Selain itu, hasil panen tanaman ini diolah menjadi produk-produk kudapan dan cemilan sarat gizi yang nantinya bisa dibagikan kepada anak-anak peserta posyandu.
“Untuk mendukung kegiatan pencegahan stunting. Kami juga mengembangkan kebun yang hasilnya bisa untuk menopang nutrisi bumil resti [ibu hamil berisiko tinggi]. Selain itu, kudapan itu juga menjadi tambahan snack di setiap acara pertemuan PKK,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Sukolilo Pati Sempat Viral, Ternyata Simpan Banyak Tempat Wisata
Advertisement
Berita Populer
- Arus Balik Mulai Padat di Bantul, Akses Parangtritis Diatur Satu Arah
- Duel Remaja di Pakualaman Jogja Terbongkar, Dua Pelajar Luka Parah
- Puluhan Telur Piton Ditemukan di Selokan Permukiman Warga Gunungkidul
- Libur Lebaran Ramai, Kamar Hotel DIY Justru Banyak Kosong
- Catat, Ini Lokasi dan Tarif Parkir Resmi Kota Jogja Tahun 2026
Advertisement
Advertisement






