Kulonprogo Masuki Puncak Panen Juli, Potensi Gabah Tembus 20.600 Ton
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
Penanganan keracunan di SMP Muhammadiyah 2 Wates yang mendapat perawatan imbas mengalami keracunan. - Harian Jogja - Khairul Ma'arif
Harianjogja.com, KULONPROGO - Siswa yang mengalami keracunan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Kulonprogo mendapat perawatan di fasilitas kesehatan (Faskes). Ada yang mendapatkan rawat jalan di Puskesmas dan rawat inap (ranap) di rumah sakit (RS) yang berada di Kapanewon Wates.
Sampai Jumat (1/8/2025) masih ada siswa yang tidak masuk sekolah karena masih merasakan gejala keracunan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kulonprogo, Arief Musthofa menyampaikan, ada sekitar 80 siswa yang tidak masuk sekolah imbas keracunan MBG. Terdiri dari SMPN 3 Wates 50 siswa dan SMP Muhammadiyah 2 Wates 30 siswa. Gejala yang dialami mayoritas muntah-muntah, diare dan sakit perut.
"Sekarang yang masih ranap di RS satu orang, rawat jalan tersebar di sejumlah Puskesmas," katanya, Jumat (1/8/2025). Di antaranya tiga anak di Puskesmas Wates dan masing-masing satu di Puskesmas Temon dan Kokap. Arief mengungkapkan, sekarang masih dilakukan pendataan imbas keracunan massal karena MBG. Menurutnya, jumlah pasti siswa yang mengalami keracunan perlu divalidasi tingkat lanjut.
Penyebabnya karena sebaran siswa yang terdampak tersebar. Kendati begitu, dia mengklaim mayoritas kini yang keracunan sudah mulai membaik kesehatannya. "Untuk hasil labnya terhadap makanan MBG masih menunggu dua pekan," imbuhnya.
BACA JUGA: Puluhan Siswa dari Beberapa Sekolah di Kulonprogo Keracunan Makan Bergizi Gratis
Sementara itu, Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan memastikan untuk perawatan kesehatan yang dialami para siswa keracunan ditanggung pemerintah. Menurutnya, sesuai aturan keadaan darurat massal harus ditangani langsung dan kini sudah ditindaklanjuti Pemkab Kulonprogo terkait penanganan kesehatannya.
Dia mengaku, imbas keracunan yang diduga karena MBG ini tidak bisa berbuat banyak. "Kami hanya melakukan pembinaan agar segala sesuatunya berlangsung lebih nyaman dan aman bagi semua anak-anak," ungkapnya.
Penyebabnya karena MBG merupakan program dari pemerintah pusat. Tak ayal Pemkab Kulonprogo tidak bisa mencampurinya hingga membuat kebijakan penghentian sementara penyaluran MBG. "Kami adanya hanya himbauan agar lebih tertib bukan peringatan apalagi melarang atau meniadakan MBG," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panen raya Juli di Kulonprogo diproyeksikan mencapai 3.125 hektare dengan potensi produksi gabah lebih dari 20.600 ton.
Bea Cukai Yogyakarta memberikan penghargaan kepada 17 mitra kerja melalui Bejo Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi, kepatuhan, dan sinergi
Waspada! McAfee mengungkap 15 aplikasi Android berbahaya yang diduga dapat mencuri data pribadi hingga membobol rekening pengguna. Cek daftarnya di sini.
Presiden Prabowo menunjuk Kuntadi sebagai Jampidsus baru Kejaksaan Agung. Berikut profil, rekam jejak, dan perjalanan karier jaksa senior yang pernah menangani
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Most Impactful Digital Transformation Enabler
Presiden FIFA Gianni Infantino didesak mundur oleh Javier Tebas. FIFA disebut 'sakit dari akar', jeda minum hanya untuk iklan, dan Infantino dilindungi sistem.