Kasus Dugaan Perundungan di SMA Bantul Jadi Sorotan Pemkab
Pemkab Bantul soroti kasus dugaan perundungan di SMA Negeri 2 Bantul dan tekankan sekolah bebas kekerasan.
Foto ilustrasi penemuan mayat/jenazah. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, BANTUL—Sesosok jenazah perempuan tanpa identitas ditemukan di kawasan Bumi Perkemahan Dewaruci, Dusun Wonoroto, Kalurahan Gadingsari, Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul pada Selasa (5/8/2025) sore.
Penemuan jasad yang sempat menggegerkan warga setempat itu kini tengah diselidiki oleh pihak kepolisian.
Menurut Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry, mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Kismiyati, 36, saat sedang beraktivitas di area kapling pertanian sekitar pukul 17.00 WIB.
"Saksi melihat korban dalam kondisi tergeletak di atas pasir, tepatnya di sebelah utara pendopo perkemahan," ujarnya, Rabu (6/8/2025).
Kismiyati kemudian memanggil tetangganya, Feri Pribadi, 35, yang lantas menghubungi Bhabinkamtibmas Gadingsari dan meneruskan laporan ke piket Polsek Sanden. Petugas segera menuju lokasi untuk melakukan tindakan awal.
Dari hasil identifikasi awal oleh Inafis Sat Reskrim Polres Bantul dan pemeriksaan medis dari Puskesmas Sanden, korban diketahui berjenis kelamin perempuan, diperkirakan berusia sekitar 45 tahun.
Saat ditemukan, korban mengenakan daster bermotif kombinasi warna putih, biru, dan pink, serta celana pendek garis-garis abu-abu.
"Korban juga mengenakan cincin berwarna putih di jari tengah tangan kanannya," jelas AKP Jeffry.
Lebih lanjut, hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban diperkirakan sudah meninggal antara 12 hingga 24 jam sebelum ditemukan.
"Terdapat lebam hitam di wajah, tangan, dan kaki yang kemungkinan disebabkan oleh paparan sinar matahari. Selain itu, ada luka bekas gigitan serangga di betis kanan," katanya.
AKP Jeffry juga mengungkapkan bahwa korban kerap terlihat oleh warga sekitar beberapa hari sebelumnya sedang mencabuti tanaman di sekitar pendopo perkemahan. Namun tidak ada satu pun warga yang mengenal identitas perempuan tersebut.
BACA JUGA: Terlibat Terorisme, ASN Kementerian Agama Ditangkap Densus 88
"Sejauh ini korban belum diketahui identitasnya dan masih kami sebut sebagai Mrs. X. Kami mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera menghubungi pihak kepolisian atau datang langsung ke RS Bhayangkara Polda DIY, tempat jenazah kini dititipkan," terang Jeffry.
Seusai penemuan mayat, petugas dari berbagai instansi turun ke lokasi, termasuk Kapolsek Sanden AKP Joko Mulyono, tim Inafis, Dit Polair Polda DIY, Pos AL Samas, PMI Bantul, SAR Linmas Rescue Istimewa, hingga perangkat kapanewon dan kalurahan. Garis polisi juga telah dipasang di lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
"Pihak kepolisian akan terus melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian serta mencari tahu identitas korban," kata Jeffry.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul soroti kasus dugaan perundungan di SMA Negeri 2 Bantul dan tekankan sekolah bebas kekerasan.
Registrasi SIM card baru mulai 1 Juli 2026 wajib menggunakan verifikasi biometrik wajah sesuai Permen Komdigi Nomor 7 Tahun 2026.
Institut Kemandirian Dompet Dhuafa memperluas peluang kerja hingga Jepang melalui pelatihan vokasi, kemitraan industri, dan sertifikasi kompetensi.
DJP menetapkan pemungutan pajak marketplace mulai 1 Agustus 2026. Berlaku bagi seller beromzet di atas Rp500 juta per tahun.
Kemenkes menyebut putusan MK yang menolak uji materi UU Kesehatan memperkuat dasar hukum penanganan KLB dan wabah di Indonesia.
Kemenhut mencatat 12,3 juta hektare lahan kritis di Indonesia membutuhkan rehabilitasi di tengah ancaman El Nino dan meningkatnya risiko karhutla.