Pasar Prambanan Disiapkan Jadi Pusat Oleh-Oleh Wisatawan
Pasar Prambanan didorong menjadi pasar wisata dan pusat oleh-oleh. Disperindag Sleman kini bernegosiasi dengan calon investor.
Salah satu murid SMP sedang menjalani penanganan pasca diduga keracunan menu Makan Bergizi Gratis pada Rabu (13/8/2025). Penanganan dilakukan di UPT Puskesmas Mlati. Harian Jogja - Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah siswa yang diduga keracunan menu makan bergizi gratis (MBG) di Kapanewon Mlati bertambah menjadi 178 orang. Hal itu berdasarkan data terbaru Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman yang dirilis pukul 14.00 WIB.
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Sleman, dr. Khamidah Yuliati, mengatakan para murid yang mengalami gejala keracunan dibawa ke tiga fasilitas kesehatan, UPT Puskesmas Mlati I dan II serta RSUD Sleman.
BACA JUGA: 90 Siswa di Sleman Diduga Keracunan Setelah Makan Menu MBG
Jumlah murid di SMP Muhammadiyah I ada 526 orang dengan 58 murid mengalami gejala keracunan pangan. Dari puluhan murid bergejala, 15 siswa menjalani rawat jalan dan tidak ada yang menjalani rawat inap. Mereka dibawa ke UPT Puskesmas Mlati I.
Sementara, makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah menu rawon MBG pada Selasa (12/8/2025). Kemudian, jumlah murid di SMP Muhammadiyah III ada 174 orang dengan 90 murid mengalami gejala keracunan pangan. Jumlah murid di SMP Pamungkas ada 263 orang dengan 30 murid mengalami gejala yang sama.
Baik murid SMP Muhammadiyah III maupun Pamungkas dibawa ke UPT Puskesmas Mlati II. Total ada 120 murid bergejala yang dibawa puskesmas itu dan 80 murid menjalani rawat jalan, serta tujuh murid dirujuk ke RSUD Sleman.
“Laporan dari RSUD Sleman, ada tujuh kasus rujukan dari Puskesmas Mlati II,” kata Yuliati dihubungi, Rabu (13/8/2025).
BACA JUGA: Demo Warga Pati, Bupati Dilempar Botol hingga Sandal Saat Minta Maaf
Yuliati menambahkan Dinkes setelah mengetahui kejadian dugaan keracunan pangan ini kemudian melakuka pemeriksaan kasus bergejala, memberi pengobatan, merujuk, dan mengedarkan google form ke tiga sekolah itu untuk pendataan.
Selain itu, Dinkes juga memeriksa sampel makanan, spesimen feses, dan muntahan sejumlah murid. Yuliati mengaku tidak semua murid mengalami gejala keracunan pangan.
“Kendali program MBG ada di Kodim. Agar informasinya satu pintu, informasi selanjutnya yang bisa memberi Kodim. Dinkes hanya menangani kasus atau pasiennya saja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar Prambanan didorong menjadi pasar wisata dan pusat oleh-oleh. Disperindag Sleman kini bernegosiasi dengan calon investor.
Gree meluncurkan empat produk AC baru untuk segmen hunian hingga komersial, termasuk AC inverter dan sistem VRF modular GMV9 FLEX.
PLN menegaskan rencana pengeboran PLTP Gunung Ungaran tidak berada di kawasan Candi Gedong Songo dan masih dalam tahap studi kelayakan
Sebanyak 192 ASN Gunungkidul menunggak iuran BPJS Kesehatan. Sebanyak 96 pegawai sudah melunasi, sementara lainnya mencicil tunggakan.
Penerbangan terganggu erupsi Anak Krakatau, Persebaya memilih perjalanan darat dan laut dari Lampung ke Surabaya melalui Bakauheni-Merak.
Pemkab Kulonprogo mengusulkan pembangunan rumah sakit baru di wilayah utara yang ditargetkan beroperasi 2028 untuk melayani lima kapanewon.