UMY Jelaskan Kronologi Anggota Intel Polda DIY Diamankan Mahasiswa
UMY membeberkan kronologi anggota intelijen Polda DIY yang diamankan mahasiswa usai aksi demonstrasi. Persoalan diselesaikan melalui dialog.
Foto udara pembangunan Jembatan Pandansimo di Bantul, DI Yogyakarta, Rabu (25/6/2025). Jembatan Pandansimo sebagai penghubung Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) antara Kabupaten Kulonprogo dan Bantul sepanjang 1,9 kilometer tersebut rencananya akan diresmikan pada Juli mendatang. Antara/Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, BANTUL–Jembatan Pandansimo yang menghubungkan wilayah Kulonprogo dan Bantul ditargetkan mulai dibuka untuk umum pada pertengahan September 2025. Saat ini, proyek yang dikerjakan oleh Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY tersebut masih dalam tahap melengkapi sarana sesuai catatan hasil Audit Keselamatan Jalan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.4 Satker PJN DIY, Setiawan Wibowo mengatakan, audit keselamatan yang dilaksanakan Direktorat Jembatan Kementerian PU merekomendasikan penyesuaian dan penambahan rambu-rambu.
"Hasil rekomendasi auditnya sudah keluar, sementara ini kami sedang menindaklanjuti hasil rekomendasinya," kata Setiawan, Kamis (14/8/2025).
Menurutnya, hasil audit keselamatan merekomendasikan agar pihaknya segera melengkapi beberapa penyesuaian minor pada konstruksi jembatan serta penambahan sejumlah rambu-rambu.
“Masih dalam proses penambahan sesuai catatan audit. Untuk peresmian, menunggu arahan. Kalau tidak ada peresmian, jembatan tetap bisa beroperasi pada pertengahan September,” ujarnya.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DIY, Moch. Iqbal Tamher menjelaskan, audit dilakukan untuk memastikan seluruh elemen jembatan dan jalan penghubungnya memenuhi standar keamanan, kenyamanan, dan kelancaran lalu lintas.
“Semua itu agar masyarakat bisa menggunakan jembatan dengan aman sebelum dibuka secara resmi,” katanya.
Jembatan Pandansimo memiliki total panjang penanganan 2.300 meter dengan lebar rata-rata 24 meter, meliputi oprit, slab on pile, dan jembatan utama. Nilai kontrak proyek ini mencapai Rp863,7 miliar dari APBN, dengan masa pelaksanaan 579 hari kalender.
Dari sisi teknis, jembatan memanfaatkan teknologi konstruksi modern seperti Corrugated Steel Plate (CSP) yang ringan dan kuat, Lead Rubber Bearing (LRB) untuk peredam gempa, Mechanically Stabilized Earth Wall (MSE Wall) demi efisiensi lahan, serta penggunaan mortar busa untuk mengurangi beban struktur.
Desain arsitekturnya juga mengadopsi elemen budaya lokal, antara lain motif batik nitik dan bentuk gunungan pada gapura serta lampu jalan, sebagai penguat identitas kawasan pesisir selatan Bantul.
"Kami harapkan Jembatan menjadi penghubung vital bagi pertumbuhan ekonomi kawasan selatan Jawa serta pemerataan pembangunan antarwilayah," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMY membeberkan kronologi anggota intelijen Polda DIY yang diamankan mahasiswa usai aksi demonstrasi. Persoalan diselesaikan melalui dialog.
ISI Jogja menggelar pameran seni bertema Post-Machine Algorithm yang membahas dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap dunia seni.
Dindikpora Yogyakarta menerapkan SPMB SMP 2026 berbasis RTO dengan fitur ubah pilihan sekolah secara real time.
Pemasangan girder Tol Jogja–Solo di Simpang Kronggahan memicu pengalihan arus lalu lintas dan skema U-turn sementara.
BNPB melaporkan kekeringan di Banyumas dan Purbalingga. BPBD menyalurkan air bersih untuk ratusan keluarga terdampak.
Seorang nelayan Morotai tewas tersambar petir saat pulang melaut. BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem di pesisir.